Tuesday, July 14, 2026
HomeMiliterKisah Senjata Serbu GAM Terkubur 20 Tahun: Mayjen TNI Niko

Kisah Senjata Serbu GAM Terkubur 20 Tahun: Mayjen TNI Niko

Kemajuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagai garda terdepan pertahanan keamanan menunjukkan dampak positif, terutama di daerah bekas konflik bersenjata. Sebuah contoh nyata keberhasilan TNI dalam mempersatukan diri dengan masyarakat terjadi ketika seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sukarela menyerahkan senjata api miliknya kepada prajurit TNI. Kejadian tersebut terjadi selama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Desa Meunasah Pulo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Prajurit TNI sedang melakukan evaluasi di Posko TMMD ketika seorang mantan kombatan GAM datang membawa senjata api yang tersembunyi selama 20 tahun setelah konflik Aceh. Seluruh senjata, termasuk senjata serbu, pistol, dan granat nanas, diserahkan secara sukarela kepada prajurit TNI. Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal mengapresiasi tindakan sukarelawan tersebut sebagai bukti keberhasilan pembinaan teritorial dan sinergi antara TNI dan masyarakat.

Perwira tinggi TNI, Mayjen TNI Niko, menyatakan bahwa penyerahan senjata secara sukarela adalah langkah positif dalam mendukung perdamaian, mencegah potensi ancaman hukum, dan menjaga kedamaian. Selama kepemimpinan Mayjen TNI Niko, sudah tercatat 22 senjata yang diserahkan masyarakat ke markas TNI. Hal ini menunjukkan langkah strategis dalam mengumpulkan senjata bekas konflik yang masih disimpan oleh masyarakat Aceh, meskipun tidaklah mudah. Tahapan ini menjadi nilai contoh bagi masyarakat lain untuk menyerahkan senjata demi menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler