Setelah merayakan Lebaran, banyak orang cenderung mengabaikan pola makan yang sehat. Hidangan khas yang kaya akan daging, santan, dan gula sering kali menjadi pilihan utama saat berkumpul dengan keluarga. Namun, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asam urat, momen ini bisa menjadi pemicu kambuhnya gejala. Asam urat terjadi ketika kristal urat menumpuk di sendi, menyebabkan peradangan dan rasa sakit yang sangat hebat. Kristal ini terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Asam urat dihasilkan saat tubuh memecah purin, zat yang ada secara alami dalam tubuh kita. Purin juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis makanan, seperti daging merah dan jeroan seperti hati. Menu khas Lebaran sering kali melibatkan daging merah dalam jumlah besar. Daging mengandung purin tinggi yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Makanan laut yang kaya purin meliputi ikan teri, sarden, remis, scallop, trout, dan tuna. Selain itu, minuman beralkohol, terutama bir, serta minuman yang mengandung fruktosa juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Biasanya, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine. Namun terkadang tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak bisa mengeluarkannya dengan baik. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan asam urat yang membentuk kristal tajam di sendi atau jaringan di sekitarnya. Kondisi tersebut disebut hiperurisemia dan dapat memicu terbentuknya kristal tajam di sendi, jaringan, atau organ lain, sehingga menyebabkan rasa nyeri dan peradangan. Kondisi hiperurisemia berpotensi lebih besar pada seseorang yang memiliki berat badan lebih atau obesitas. Tanda-tanda awal asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba setelah Lebaran. Beberapa tanda atau gejala awal asam urat dimulai di jempol kaki, tetapi bisa juga muncul di tungkai bawah atau sendi lainnya. Serangan asam urat sering terjadi tiba-tiba, terutama di malam hari, dan dapat menyebabkan nyeri hebat yang mungkin membangunkan Anda dari tidur. Sendi yang terkena bisa bengkak, hangat saat disentuh, dan tampak merah. Kadang-kadang gejala ini muncul setelah cedera atau saat Anda sedang sakit. Umumnya, gejala akan membaik dalam satu atau dua minggu, dan Anda mungkin tidak merasakan apa-apa sampai kambuh lagi. Kambuhan bisa terjadi sering atau hanya sekali dalam beberapa tahun. Jika tidak diobati atau gaya hidup tidak berubah, gejala bisa semakin sering dan berlangsung lebih lama.ègejala asam urat biasanya dimulai di satu sendi, seperti jari kaki, telapak kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Rasa sakit ini sering digambarkan sebagai sangat menyiksa dan bisa terasa seperti terhimpit. Bahkan menarik selimut pun bisa menyakitkan. Asam urat jarang menyerang tulang belakang, tetapi jika terjadi, Anda mungkin merasakan nyeri di punggung dan leher, serta gejala lain seperti kelemahan, mati rasa, kesulitan mengontrol kandung kemih atau usus, dan demam. Penyakit ini sulit didiagnosis karena jarang terjadi. Jika Anda merasakan gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter. Jika tidak diobati dalam waktu lama, kristal asam urat dapat membentuk benjolan di bawah kulit yang disebut tophi. Meskipun awalnya tidak menyakitkan, tophi dapat memengaruhi penampilan sendi dan menyebabkan rasa sakit seiring waktu. Jika kristal menumpuk di saluran kemih, bisa terbentuk batu ginjal dengan gejala seperti nyeri perut atau punggung, nyeri di selangkangan, perubahan warna urin, darah dalam urin, menggigil atau demam, mual, dan muntah. Penderita asam urat berisiko mengalami masalah kesehatan lain yang dapat menimbulkan gejala tambahan, seperti penyakit jantung dan ginjal. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, obesitas, diabetes, batu ginjal, serangan jantung, dan gagal jantung kongestif. Untuk pengobatan asam urat, beberapa obat dapat digunakan untuk meredakan gejala, seperti obat anti-inflamasi nonsteroid, kortikosteroid, colchicine, obat yang mengurangi produksi asam urat, dan obat yang meningkatkan ekskresi asam urat. Jika Anda mengalami gejala asam urat atau memiliki riwayat penyakit tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.


