Saturday, July 18, 2026
HomeCryptoBitcoin Meningkat Saat Krisis: 68% Penduduk AS Memilih BTC Daripada Emas

Bitcoin Meningkat Saat Krisis: 68% Penduduk AS Memilih BTC Daripada Emas

Bitcoin tampaknya makin jauh meninggalkan citra lama sebagai aset spekulatif semata. Di tengah kekhawatiran akan krisis ekonomi, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa mayoritas responden di Amerika Serikat kini memandang BTC sebagai tempat berlindung yang layak, bahkan saat situasi pasar memburuk. Temuan ini memperlihatkan pergeseran besar dalam cara publik menilai aset digital, terutama ketika ketidakpastian ekonomi kembali menjadi sorotan.

Mayoritas Responden Anggap Bitcoin Lebih Aman Saat Krisis

Dalam studi tersebut, 75,62% responden menyebut Bitcoin sebagai aset yang dapat diandalkan untuk menghadapi krisis ekonomi. Angka itu mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap BTC tidak lagi terbatas pada kalangan penggemar kripto, tetapi mulai merambah ke pandangan yang lebih luas. Jika sebelumnya Bitcoin kerap dicap terlalu liar pergerakannya untuk dijadikan lindung nilai, hasil survei ini menunjukkan narasi itu mulai berubah.

Menariknya, studi yang sama juga mencatat bahwa 68% penduduk AS memilih Bitcoin dibanding emas sebagai aset perlindungan. Perbandingan ini cukup mencolok, mengingat emas selama ini dikenal sebagai aset klasik yang paling sering diburu saat pasar goyah. Pergeseran preferensi tersebut menandakan bahwa sebagian masyarakat kini melihat Bitcoin memiliki daya tarik yang tak kalah kuat, terutama karena karakter digital dan potensi pertumbuhannya.

Rencana Cadangan Bitcoin Nasional Ikut Mengerek Minat

Minat terhadap Bitcoin juga disebut ikut terdorong oleh rencana pemerintahan Trump untuk membentuk Cadangan Bitcoin Nasional atau US Bitcoin Reserve. Jika rancangan undang-undang itu disahkan, 81,48% responden mengatakan mereka akan menambah investasi di Bitcoin. Angka ini memperlihatkan bahwa kebijakan negara masih menjadi faktor penting dalam membentuk kepercayaan publik terhadap aset kripto.

Antusiasme tersebut bukan hanya soal harga, tetapi juga soal legitimasi. Ketika pemerintah mulai dipandang lebih terbuka terhadap aset digital, sebagian investor tampak membaca sinyal bahwa Bitcoin berpeluang mendapat posisi lebih kuat dalam sistem keuangan ke depan. Dalam konteks itu, regulasi yang pro-investor menjadi pendorong psikologis yang tidak bisa diabaikan.

Kebijakan Politik Dinilai Bisa Dorong Harga BTC

Studi yang sama juga menemukan bahwa 75% warga Amerika percaya kebijakan individu, terutama dari pemerintah dan pejabat tinggi negara, akan menjadi faktor utama yang mendorong Bitcoin menembus rekor harga baru. Persepsi ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara politik dan pasar kripto dalam pandangan publik saat ini.

Dengan kata lain, arah Bitcoin tak lagi hanya ditentukan oleh sentimen pasar atau minat investor ritel. Keputusan politik, pernyataan pejabat, hingga kemungkinan hadirnya kerangka regulasi baru kini ikut dianggap sebagai pemicu utama pergerakan harga. Di mata banyak responden, Bitcoin bukan lagi sekadar aset alternatif, melainkan instrumen yang semakin terhubung dengan kebijakan ekonomi dan arah kepemimpinan nasional.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler