Djadjang Nurdjaman resmi memegang peran baru di Persib Bandung. Bukan lagi di pinggir lapangan sebagai pelatih, Djanur kini dipercaya mengisi posisi direktur teknik, sebuah jabatan yang menempatkannya di jantung proses pembinaan dan penguatan fondasi tim untuk jangka panjang. Penunjukan ini menandai langkah Persib dalam merapikan arah pengembangan klub, terutama pada sektor pemain muda yang selama ini dianggap sebagai kunci keberlanjutan prestasi.
Fokus ke pembinaan, bukan sekadar hasil instan
Dalam struktur baru ini, Djadjang Nurdjaman tidak ditugaskan mengurus tim utama secara langsung. Justru, perannya diarahkan untuk memperkuat sistem di balik layar agar Persib punya jalur pembinaan yang lebih jelas dan berkelanjutan. Deputi CEO PT Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, menyebut keberadaan Djanur di luar struktur tim utama akan membantu memperkuat keseluruhan tim, terutama dari sisi pengembangan talenta.
Langkah tersebut sejalan dengan proses transformasi yang sedang dijalani Persib. Klub ingin membangun daya saing yang tidak hanya bergantung pada skuad senior, tetapi juga pada regenerasi yang matang. Karena itu, tugas direktur teknik menjadi krusial, mulai dari menyusun kurikulum pembinaan pemain muda hingga memastikan alur pengembangan berjalan sesuai kebutuhan tim utama.
Nama lama, tanggung jawab baru
Persib tidak memilih sosok yang asing dengan karakter Bandung. Djanur dianggap memahami kultur sepak bola kota ini, sebuah modal yang dinilai penting saat klub ingin membangun sistem pembinaan yang lebih menyatu dengan identitas Persib. Dengan pengalaman panjangnya, ia diharapkan mampu membaca potensi pemain sejak usia dini dan menyiapkan mereka untuk naik level ke tim utama.
Selain fokus pada pemain muda, direktur teknik juga disebut punya peran dalam mengembangkan sepak bola usia dini di Kota Bandung. Artinya, kerja Djanur tidak berhenti pada satu kelompok usia, melainkan menyentuh pondasi yang lebih luas agar Persib memiliki pasokan pemain yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Kembali ke rumah yang pernah dibelanya
Djanur memang bukan figur baru di lingkungan Maung Bandung. Ia pernah membela Persib sebagai pemain, lalu kembali menorehkan jejak penting saat menjabat pelatih kepala dan membawa klub meraih sejumlah prestasi. Rekam jejak itulah yang membuat namanya tetap punya tempat khusus di mata Persib, kini dalam peran yang berbeda namun sama pentingnya.
Dengan jabatan baru ini, sorotan tak lagi tertuju pada strategi pertandingan harian, melainkan pada bagaimana Persib menyiapkan generasi berikutnya agar tetap kompetitif. Di titik inilah pengaruh Djadjang Nurdjaman diharapkan mulai terasa, bukan hanya untuk musim ini, tetapi untuk arah klub dalam beberapa tahun ke depan. Source link


