Tuesday, July 14, 2026
HomeLifestyleKemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji: Langkah Tekan Angka Kematian

Kemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji: Langkah Tekan Angka Kematian

Kemenkes Perketat Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji untuk Tekan Angka Kematian

Pemerintah mulai mengambil langkah lebih tegas untuk memastikan calon jemaah haji Indonesia benar-benar siap secara fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan akan memperketat pemeriksaan kesehatan sebagai respons atas tingginya angka kematian jemaah Indonesia dalam beberapa musim haji terakhir, yang juga menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi.

Pemeriksaan Didorong Lebih Awal

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang digelar secara daring di Jakarta. Ia mengatakan, otoritas Arab Saudi menyampaikan keprihatinan atas tingginya jumlah jemaah Indonesia yang meninggal pada musim haji 2022 dan 2023. Dalam dua periode itu, lebih dari 700 jemaah wafat.

Menurut Budi, salah satu pembenahan utama yang akan diterapkan pada 2025 adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan lebih awal, sebelum jemaah dinyatakan layak berangkat. Skema ini diharapkan bisa menekan kasus jemaah yang gagal berangkat pada detik terakhir karena hasil pemeriksaan kesehatan tidak memenuhi syarat. Dengan begitu, proses persiapan tidak hanya lebih tertib, tetapi juga lebih aman bagi jemaah yang memang memiliki risiko medis tinggi.

Sistem Baru Dinilai Lebih Efektif

Kemenkes menyebut perubahan dalam sistem kesehatan haji selama ini sudah menunjukkan hasil. Budi mengklaim angka kematian jemaah berhasil ditekan hingga 75 persen sejak sistem baru diterapkan. Ia juga menyoroti apresiasi dari pemerintah Arab Saudi terhadap penggunaan sistem digital dalam layanan kesehatan haji, yang memudahkan akses data kesehatan jemaah secara daring dan mempercepat jalur rujukan untuk kasus darurat.

Kolaborasi digital itu menjadi salah satu titik penting dalam pengawasan kesehatan jemaah. Dengan data yang lebih cepat diakses, petugas dapat mengambil keputusan medis dengan lebih sigap, terutama bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan sebelum keberangkatan maupun selama persiapan di tanah air.

Koordinasi Kemenkes dan Kemenag Diperketat

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama terus memperkuat koordinasi agar hanya jemaah yang benar-benar memenuhi syarat kesehatan yang diberangkatkan. Kementerian Agama telah menetapkan keberangkatan pertama calon haji Indonesia pada 2 Mei 2025 dengan kuota 221.000 calon haji.

Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, pemeriksaan kesehatan yang lebih dini menjadi krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa proses haji tahun depan tidak kembali dibayangi tingginya risiko kesehatan, sekaligus menjawab sorotan dari Arab Saudi yang selama ini menaruh perhatian pada keselamatan jemaah Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler