Ferdy Tahier Khawatir Hoaks AI Menimpa: Ada yang Bikin Video Gue Mundur?
Di tengah derasnya pemakaian kecerdasan buatan atau AI, ancaman baru justru ikut mengintai: informasi palsu yang makin mudah dibuat dan disebarkan. Kekhawatiran itu juga dirasakan Ferdy Tahier. Vokalis Element ini menilai, teknologi yang seharusnya memudahkan justru bisa dipakai untuk memelintir fakta, termasuk menyeret nama figur publik ke dalam kabar yang tidak benar.
Ferdy Tahier Soroti Bahaya Hoaks di Era AI
Ferdy menegaskan, hoaks bukan perkara sepele, apalagi jika menyangkut isu-isu penting yang bisa memengaruhi pandangan banyak orang. Dalam wawancara dengan Liputan6.com, ia mengaku khawatir AI membuat penyebaran informasi palsu berlangsung lebih cepat, lebih rapi, dan lebih meyakinkan. Menurutnya, orang bisa saja langsung percaya hanya karena tampilan atau penyampaiannya terlihat meyakinkan.
Ia mencontohkan pengalaman pribadi ketika Chat GPT menyebut dirinya sebagai keturunan bangsawan Inggris. Bagi Ferdy, hal semacam itu memang terdengar seperti bahan bercanda, tetapi tidak sedikit orang yang justru menanggapinya serius. Dari situ ia melihat betapa mudahnya publik terkecoh jika tidak teliti memeriksa sumber informasi.
Nama Publik Bisa Dipelintir dengan Mudah
Ferdy menilai, risiko terbesar dari AI bukan hanya pada konten yang dibuat, tetapi pada kecepatan penyebarannya. Sekali sebuah informasi palsu beredar, apalagi menyangkut sosok terkenal, dampaknya bisa meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan. Ia pun mengibaratkan situasi ini sebagai kondisi yang rawan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk opini publik.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih waspada dan tidak langsung menelan mentah-mentah setiap konten yang muncul di media sosial atau platform digital. Baginya, literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar publik tidak mudah terseret arus hoaks yang dikemas dengan bantuan teknologi.
Literasi Digital Jadi Benteng Utama
Dari pengalamannya, Ferdy melihat bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi. AI memang bisa membantu banyak hal, tetapi tanpa kesadaran pengguna, alat itu juga bisa berubah menjadi sarana untuk menyesatkan. Ia menekankan pentingnya kebiasaan memeriksa kebenaran sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi.
Di tengah era digital yang serba cepat, peringatan Ferdy terasa relevan: bukan hanya soal seberapa canggih teknologinya, tetapi juga seberapa siap masyarakat menghadapinya. Source link


