Media sosial kembali menjadi celah berbahaya dalam perang intelijen antara Ukraina dan Rusia. Seorang perempuan berusia 43 tahun yang diduga bekerja untuk Moskow ditangkap Dinas Keamanan Ukraina atau SBU pada Senin, 5 Mei 2025, setelah disebut direkrut lewat siaran langsung TikTok yang ia lakukan sendiri.
Direkrut dari TikTok, lalu menjalankan misi di Pokrovsk
Perempuan yang identitasnya tidak diungkap itu sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Oblast Donetsk. Menurut keterangan SBU, agen Dinas Keamanan Federal Rusia atau FSB melihat aktivitasnya di TikTok, lalu menjadikannya target perekrutan. Setelah masuk ke jaringan intelijen Rusia, ia disebut berkomunikasi melalui platform pesan aman untuk menerima instruksi.
Tugas yang diberikan bukan perkara ringan. Ia diduga diminta memantau, mengenali, dan memotret unit militer Ukraina di sekitar Pokrovsk, wilayah yang kini menjadi salah satu titik pertempuran paling sengit. Demi menjalankan misi itu, perempuan tersebut bahkan tinggal di area tersebut, sementara anak-anaknya dipindahkan ke wilayah yang lebih aman.
Ditangkap di pos pemeriksaan, ponsel jadi barang bukti
Penangkapan dilakukan di sebuah pos pemeriksaan. Dalam operasi itu, SBU menyita ponsel yang diduga dipakai tersangka untuk mengirim informasi serta gambar lokasi militer kepada pihak Rusia. Dari temuan awal, perangkat itu menjadi salah satu kunci yang menghubungkan aktivitasnya dengan jaringan intelijen lawan.
Ia kini menghadapi dakwaan pengkhianatan tingkat tinggi di masa darurat militer. Ancaman hukumannya sangat berat: penjara seumur hidup disertai penyitaan harta.
Kasus ini memperkuat pola rekrutmen lewat platform digital
Penangkapan tersebut kembali menyoroti cara intelijen Rusia memanfaatkan media sosial dan aplikasi daring untuk menjaring warga sipil Ukraina. Pola semacam ini bukan hal baru. Sebelumnya, otoritas Ukraina juga pernah memperingatkan soal perekrutan melalui aplikasi pesan instan dan forum online.
Pada Desember 2024, intelijen Ukraina membongkar kampanye spionase yang melibatkan remaja dengan kedok permainan pencarian. Dua bulan sebelumnya, seorang warga juga ditangkap karena memasang kamera pengintai di dekat infrastruktur vital atas perintah intelijen militer Rusia atau GRU melalui Telegram, dengan iming-iming bayaran cepat.
Source link


