Tuesday, July 14, 2026
HomeTeknoPuisi 1.400 Tahun Lacak Populasi Pesut Langka Tanpa Sirip

Puisi 1.400 Tahun Lacak Populasi Pesut Langka Tanpa Sirip

Sebuah studi di Tiongkok membuka cara pandang baru dalam membaca nasib pesut tanpa sirip Sungai Yangtze, salah satu mamalia air paling langka di dunia. Alih-alih hanya mengandalkan catatan ilmiah modern, para peneliti menelusuri puisi-puisi kuno berusia hingga 1.400 tahun untuk melacak jejak keberadaan hewan tersebut. Dari analisis itu, mereka menyimpulkan bahwa habitat pesut tanpa sirip Yangtze telah menyusut sedikitnya 65 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi dalam 100 tahun terakhir.

Puisi kuno jadi petunjuk perubahan habitat

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pada 5 Mei 2025. Menurut tim peneliti, pendekatan ini membantu menjembatani kekosongan informasi antara data fosil, DNA, dan survei populasi yang lebih baru. Dengan kata lain, karya sastra lama ternyata menyimpan petunjuk ekologis yang selama ini luput dari pengamatan ilmiah.

Zhigang Mei, ahli hidrobiologi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok sekaligus salah satu penulis studi, menilai keterlibatan seni dalam konservasi keanekaragaman hayati bukan sekadar pelengkap. Ia melihat puisi sebagai arsip budaya yang bisa memperlihatkan bagaimana manusia dulu hidup berdampingan dengan spesies di sekitarnya.

Hubungan budaya dan alam di tepi Yangtze

Mei juga menjelaskan bahwa masyarakat lokal di sepanjang Sungai Yangtze lama memandang pesut tanpa sirip sebagai makhluk spiritual. Hewan ini dipercaya punya kaitan dengan cuaca dan melimpahnya ikan di sungai. Karena itu, melukai pesut dianggap membawa kesialan.

Sungai Yangtze, yang merupakan sungai terpanjang di Asia, sejak lama menjadi nadi kehidupan budaya dan ekologi Tiongkok. Banyak penyair terkenal menuliskan keindahan dan kehidupan di sekitarnya, termasuk Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing. Dalam tradisi sastra itu, pesut tanpa sirip kerap muncul sebagai simbol alam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sungai.

Dari inspirasi sastra ke peringatan konservasi

Pesut tanpa sirip Yangtze dahulu lebih sering terlihat di aliran sungai tersebut, bahkan menjadi inspirasi bagi penyair dan pedagang yang bergantung pada Sungai Yangtze untuk perjalanan. Mei mengaku pernah menyaksikan langsung hewan itu berenang dan melompat saat mengejar ikan, sebuah pemandangan yang menurutnya sulit dilupakan dan mudah dipahami sebagai sumber kekaguman dalam puisi-puisi lama.

Di balik temuan ilmiah ini, tersimpan pesan yang lebih luas: perubahan habitat tidak hanya tercatat di laboratorium, tetapi juga di dalam warisan budaya yang ditinggalkan selama berabad-abad. Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler