Friday, May 15, 2026
HomeBeritaWali Kota Tarakan Dorong Kerja Bakti Cegah Penyakit dan Banjir

Wali Kota Tarakan Dorong Kerja Bakti Cegah Penyakit dan Banjir

Wali Kota Tarakan Dorong Kerja Bakti Rutin untuk Cegah Penyakit dan Redam Banjir

Kerja bakti di lingkungan permukiman kembali mendapat sorotan sebagai langkah sederhana yang dampaknya besar. Di Tarakan, kegiatan gotong royong ini dinilai bukan sekadar menjaga lingkungan tetap rapi, tetapi juga menjadi benteng awal untuk menekan penyebaran penyakit menular sekaligus mengurangi risiko banjir yang kerap muncul di sejumlah titik.

Kerja bakti dinilai punya dampak langsung ke kesehatan warga

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, menegaskan bahwa kerja bakti perlu digiatkan lagi secara teratur. Menurutnya, kebersihan lingkungan berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis dapat ditekan jika sumber-sumber penyebabnya dibersihkan sejak awal.

Leptospirosis, kata Khairul, erat kaitannya dengan banjir. Saat air meluap dan menggenang, bakteri bisa ikut terbawa ke lingkungan warga. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya urusan tampilan lingkungan, melainkan upaya nyata memutus rantai penyebaran penyakit.

Drainase bersih jadi kunci kurangi banjir

Khairul juga menyoroti pentingnya membersihkan saluran air dari sampah, lumpur, dan endapan yang membuat aliran tersumbat. Kerja bakti yang dilakukan secara konsisten dinilai bisa membantu menjaga drainase tetap lancar, terutama saat hujan deras turun.

Ia menyebut, bila selokan dibersihkan dan endapan diangkat secara rutin, potensi banjir dapat ditekan. Masalah banjir di Tarakan, menurut dia, banyak dipicu saluran air yang menyempit dan dangkal. Kondisi itu membuat air lebih mudah meluap ketika curah hujan meningkat.

Rutin minimal sebulan sekali

Khairul mendorong agar kerja bakti dijadikan kegiatan terjadwal di lingkungan masing-masing. Jika dua kali sebulan belum memungkinkan, maka minimal sekali sebulan tetap perlu dilakukan. Dengan pola yang konsisten, manfaatnya tidak hanya terasa pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada kesehatan warga dan berkurangnya risiko banjir.

Ia menegaskan, kerja bakti bukan semata soal estetika. Lebih dari itu, kegiatan ini menyangkut higienitas dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Sampah yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi sumber masalah, sementara lingkungan yang terawat membantu Tarakan tetap lebih aman saat musim hujan datang. Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler