Monday, June 8, 2026
HomeLifestyleSejarah Sepatu Lari Abu-abu yang Populer di Era 80-an

Sejarah Sepatu Lari Abu-abu yang Populer di Era 80-an

Sejarah Sepatu Lari Abu-abu yang Populer di Era 80-an

Di saat sepatu lari berwarna cerah kembali jadi sorotan, ada satu warna klasik yang justru pernah menguasai panggung lebih dulu: abu-abu. Warna ini bukan sekadar pilihan aman, melainkan pernah menjadi identitas kuat sepatu lari pada 1980-an, saat putih yang sebelumnya dominan mulai tersisih. Kini, jejak tren itu kembali diingat lewat perayaan Grey Days yang berlangsung sepanjang Mei.

Abu-abu yang Mengubah Arah Tren

Martina Harianda Mutis, GM of Sports Brand Marketing MAP Active, menjelaskan bahwa Grey Days dirayakan New Balance di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, sejarah sepatu abu-abu berawal dari perubahan besar pada dekade 1980-an, ketika material sepatu lari bergeser dari kulit dan suede ke nilon dan bahan sintetis. Dari perubahan bahan itu, abu-abu kemudian muncul sebagai warna yang terasa paling masuk akal: sederhana, tahan dipakai, dan tidak cepat terlihat kotor.

Warna ini terinspirasi dari tampilan jalanan aspal, sehingga memberi kesan fungsional sekaligus relevan dengan dunia lari. Di Amerika Serikat, abu-abu cepat diterima karena bisa dipakai di lintasan lari, tetapi juga tetap cocok untuk aktivitas harian. Dari sana, warna yang semula dianggap netral berubah menjadi simbol gaya yang bertahan lama.

Lebih dari Sekadar Warna Aman

Bagi sebagian orang, abu-abu mungkin hanya terlihat sebagai warna yang praktis. Namun bagi Joko Anwar, pilihan itu punya makna yang lebih jauh. Ia menilai abu-abu bukan cuma warna netral yang tidak mudah kotor, tetapi juga sebuah pernyataan. Karena itulah, ia memilih sepatu abu-abu untuk dipakai sehari-hari, sebab mudah dipadukan dengan beragam warna pakaian.

Perayaan Grey Days pun akhirnya menjadi pengingat bahwa tren sepatu tidak selalu bergerak dari yang lama ke yang baru secara sederhana. Ada warna-warna tertentu yang bertahan karena fungsinya, lalu pelan-pelan membentuk identitas. Abu-abu adalah salah satunya: lahir dari kebutuhan, bertahan karena karakter, dan kembali diperbincangkan karena sejarahnya yang kuat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler