Persaingan di pekan ke-32 BRI Liga 1 2024-2025 berlangsung panas dan penuh drama. Dua laga yang digelar pada waktu berbeda menghadirkan cerita kontras: PSM Makassar mampu mengamankan kemenangan penting, sementara Madura United justru tumbang setelah sempat membalikkan keadaan. Hasil ini ikut memengaruhi peta klasemen dan menambah ketat perburuan posisi di papan tengah hingga atas.
PSM Makassar Menang Tipis Lewat Gol di Akhir Laga
PSM Makassar sukses menundukkan Malut United dengan skor 3-2 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare. Laskar Juku Eja sempat membuka harapan lewat gol Abdul Rahman, tetapi Malut United cepat merespons melalui Ahmad Walid. Pertandingan kemudian berjalan semakin terbuka ketika Fahrul Aditia membawa PSM kembali unggul.
Malut United belum menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan lewat Frets Butuan. Namun, saat laga tampak akan berakhir imbang, Joao Pereira “Balotelli” muncul sebagai pembeda pada masa tambahan waktu. Gol telat itu memastikan tiga poin untuk PSM dan membuat mereka naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara Liga 1 2024-2025.
Madura United Sempat Bangkit, Borneo FC Tetap Lebih Tajam
Di Stadion Gelora Bangkalan, Madura United juga menyajikan pertandingan yang tak kalah sengit, tetapi hasil akhirnya berbeda. Borneo FC lebih dulu unggul melalui gol Mariano Peralta, sebelum Laskar Sapeh Kerrab membalikkan keadaan lewat aksi Youssef Ezzejjari dan Taufik Hidayat. Momentum sempat berpihak kepada tuan rumah, tetapi Borneo FC mampu mengubah jalannya laga.
Pesut Etam kemudian mencetak gol lewat Ronaldo Rodrigues dan Stefano Lilipaly untuk memastikan kemenangan. Situasi Madura United makin sulit setelah Alfharezzi Buffon diganjar kartu merah. Kehilangan satu pemain membuat tekanan Borneo FC semakin sulit dibendung hingga peluit akhir berbunyi.
Dua Laga, Dua Nasib Berbeda
Hasil ini memperlihatkan betapa kecilnya jarak antara kemenangan dan kekalahan di Liga 1. PSM pulang dengan tiga poin berkat ketenangan di menit akhir, sedangkan Madura United harus menelan kekecewaan meski sempat unggul. Dalam fase akhir kompetisi, detail kecil seperti konsentrasi, disiplin, dan efektivitas penyelesaian peluang kembali menjadi pembeda yang paling menentukan.
Source link


