Saturday, July 18, 2026
HomeLifestyleAhli Nilai Pentingnya Vaksin TBC Terbaru

Ahli Nilai Pentingnya Vaksin TBC Terbaru

Pengembangan vaksin tuberkulosis atau TBC kembali menjadi sorotan setelah pakar kesehatan sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa dunia sudah membutuhkan terobosan baru. Menurut dia, vaksin BCG yang selama ini dipakai sudah terlalu lama digunakan sejak pertama kali hadir pada 1921 dan kini dinilai tidak lagi cukup menjawab tantangan TBC modern.

BCG Dinilai Tak Lagi Memadai

Tjandra menjelaskan, perlindungan vaksin BCG terhadap TBC masih bersifat parsial, terutama pada anak-anak, dan belum efektif mencegah penyakit ini pada orang dewasa. Karena itu, ia menilai pengembangan vaksin baru bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan jika target pengentasan TBC global benar-benar ingin dicapai.

Vaksin baru yang tengah dibahas diharapkan bisa memiliki fungsi lebih luas: mencegah TB pada orang dewasa, menggantikan peran BCG, atau setidaknya memperkuat efek perlindungan yang selama ini belum optimal. Dengan pendekatan yang lebih baik, vaksin tersebut juga diharapkan membantu meningkatkan efektivitas pengobatan dan menekan risiko kekambuhan.

Indonesia Masuk Radar Uji Klinis

Isu vaksin TBC terbaru mencuat setelah pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates, yang salah satunya menyinggung Indonesia sebagai lokasi uji klinis pengembangan vaksin TBC global. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi negara dengan beban kasus yang tinggi, tetapi juga berpeluang ikut terlibat dalam upaya riset kesehatan berskala internasional.

Di tingkat daerah, data Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 2023 menunjukkan kasus TBC masih tinggi. Kondisi tersebut menegaskan bahwa persoalan TBC belum selesai dan membutuhkan langkah yang lebih agresif, baik dari sisi pencegahan, deteksi, maupun terapi.

Target Eliminasi 2030 Masih Menantang

Dengan target eliminasi TBC pada 2030, kebutuhan akan vaksin yang lebih kuat menjadi semakin mendesak. Tanpa instrumen pencegahan yang lebih efektif, upaya menekan penularan dan memutus rantai penyakit akan berjalan lambat. Karena itu, dorongan terhadap vaksin baru dipandang sebagai bagian penting dari strategi kesehatan masyarakat yang lebih serius dan berjangka panjang.

Dalam konteks ini, pembaruan vaksin bukan hanya soal teknologi medis, tetapi juga soal kesiapan menghadapi penyakit yang masih terus membebani jutaan orang. TBC tetap menjadi ujian besar, dan arah kebijakan kesehatan kini makin jelas: pencegahan harus bergerak lebih cepat daripada penyebaran penyakit.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler