Tuesday, July 14, 2026
HomeHiburanIjab Kabul Luna Maya & Maxime Bouttier: Polemik dan Pengakuan Penghulu KUA...

Ijab Kabul Luna Maya & Maxime Bouttier: Polemik dan Pengakuan Penghulu KUA Bali

Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier tak hanya menyita perhatian karena status keduanya sebagai figur publik, tetapi juga karena munculnya perbincangan soal prosesi ijab kabul yang mereka jalani di Bali. Di tengah sorotan itu, Penghulu KUA Sukawati, Gianyar, Bali, Akhmad Adiwijaya Kelana Putra atau Adi Wijaya, akhirnya buka suara dan menjelaskan alasan ia tetap mengesahkan pernikahan pasangan tersebut.

Penjelasan Penghulu soal Jeda Saat Ijab Kabul

Adi Wijaya menanggapi polemik yang berkembang terkait jeda dalam respons pengantin pria saat menjawab ijab dari wali nikah. Menurut dia, dalam pandangan para ulama dan ahli hukum Islam, terdapat perbedaan pendapat mengenai batas jeda yang masih bisa diterima. Ada yang menekankan jawaban harus langsung tanpa sela, namun ada pula yang memberi kelonggaran selama jeda itu masih dalam batas wajar.

Dalam kasus Maxime Bouttier, Adi menilai jeda yang terjadi masih bisa ditoleransi. Ia menegaskan, yang dianggap tidak wajar adalah bila jeda berlangsung saat calon mempelai pria sedang melakukan aktivitas lain, misalnya makan atau berbicara dengan orang lain, sehingga memutus kesinambungan akad secara mencolok.

Keputusan Akad Tetap Dihormati

Adi juga menjelaskan bahwa dalam praktiknya, ada situasi ketika saksi formal di meja akad menilai perlu adanya pengulangan ijab kabul jika dianggap ada ketidaksesuaian. Menurutnya, keputusan seperti itu tetap dihormati. Bahkan jika saksi formal yang berada di luar meja akad mengusulkan hal serupa, masukan tersebut juga menjadi bahan pertimbangan.

Meski polemik sempat mencuat, Adi menyatakan keyakinannya bahwa pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier sah. Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan tetap bersandar pada ketakwaan kepada Allah.

Sorotan Publik Tak Mengubah Status Akad

Perdebatan soal jeda ijab kabul memang kerap muncul dalam pernikahan yang menjadi perhatian publik. Namun dalam kasus ini, penjelasan penghulu KUA Sukawati memberi gambaran bahwa penilaian sah atau tidaknya akad tidak semata-mata bergantung pada tafsir tunggal, melainkan juga pada pertimbangan yang berlaku dalam praktik keagamaan dan kehati-hatian para pihak yang hadir.

Dengan penjelasan itu, polemik yang sempat beredar kini mendapat konteks yang lebih jelas: akad Luna Maya dan Maxime Bouttier dinyatakan tetap berjalan sah, meski sempat memunculkan diskusi di ruang publik.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler