Egg freezing kembali jadi sorotan setelah aktris Luna Maya mengungkap bahwa ia sudah menjalani prosedur tersebut pada 2022. Di balik istilah yang terdengar modern itu, ada satu pesan penting yang kini makin banyak dibicarakan perempuan: menjaga peluang memiliki anak tidak selalu harus dilakukan saat ini juga. Bagi sebagian orang, egg freezing menjadi jalan tengah ketika kesiapan hidup, kondisi kesehatan, dan usia reproduksi tidak berjalan seirama.
Kenapa Egg Freezing Menarik Perhatian?
Metode ini disebut banyak dipertimbangkan karena kualitas dan jumlah sel telur perempuan cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Penurunan itu biasanya mulai terasa lebih jelas saat memasuki usia 35–37 tahun, ketika peluang kehamilan ikut menyusut. Karena itulah, egg freezing sering dipandang sebagai opsi bagi perempuan yang belum siap hamil sekarang, atau bagi mereka yang menghadapi kondisi medis tertentu tetapi ingin tetap memiliki kesempatan hamil di masa depan.
Luna Maya sendiri disebut telah lama mencari informasi soal prosedur ini sebelum akhirnya menjalankannya pada 2022, setelah memikirkannya sejak 2017. Kisah itu ikut membuat egg freezing lebih dikenal publik, bukan sekadar sebagai istilah medis, tetapi sebagai pilihan yang berhubungan langsung dengan perencanaan hidup.
Bagaimana Prosesnya Dilakukan?
Egg freezing adalah proses ekstraksi, pembekuan, dan penyimpanan sel telur perempuan agar kemampuan reproduksi tetap terjaga. Dalam praktiknya, prosedur ini tidak berlangsung singkat. Ada beberapa tahapan yang umumnya dilakukan, mulai dari pemeriksaan cadangan ovarium, stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, pembekuan, hingga penyimpanan.
Dengan cara ini, sel telur yang diambil pada usia yang lebih muda dapat disimpan untuk digunakan di kemudian hari. Bagi perempuan yang belum siap menjalani kehamilan sekarang, metode ini memberi ruang untuk menunda tanpa sepenuhnya menutup peluang menjadi ibu di masa depan.
Efek Samping dan Biaya yang Perlu Dipertimbangkan
Meski tidak ada laporan efek samping jangka panjang dari egg freezing, prosedur ini tetap bisa menimbulkan keluhan sementara. Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain perubahan suasana hati, sakit kepala, mual, rasa panas, kembung, kram, dan nyeri ringan. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi bagian penting sebelum memutuskan menjalani prosedur ini.
Dari sisi biaya, egg freezing tidak memiliki angka yang sama di setiap rumah sakit. Umumnya, biaya mencakup USG, pemeriksaan darah, pengambilan sel telur, pembekuan, penyimpanan, dan konsultasi dokter. Selain soal biaya, ada juga pertimbangan penyimpanan, karena beberapa layanan hanya menyimpan sel telur selama beberapa tahun.
Pada akhirnya, egg freezing bukan sekadar tren, melainkan pilihan reproduksi yang memberi kendali lebih besar kepada perempuan atas waktu dan rencana hidupnya.
Source link


