Toyota disebut tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik China: mengakuisisi Neta Auto. Jika rencana ini benar-benar berjalan, langkah tersebut bisa menjadi salah satu manuver paling menarik di tengah ketatnya persaingan industri mobil listrik di negara itu. Di sisi lain, bagi Neta, opsi akuisisi muncul ketika perusahaan berada dalam tekanan berat akibat krisis keuangan yang sudah berlangsung sejak 2024.
Neta Auto Terjepit Krisis dan Kehilangan Momentum
Neta Auto, yang didirikan pada 2014 oleh Hozon New Energy Auto, menghadapi kondisi yang semakin sulit dalam beberapa bulan terakhir. Produksi sempat dihentikan, sementara pemutusan hubungan kerja massal ikut mewarnai situasi internal perusahaan. Di saat yang sama, Neta juga dikabarkan aktif mencari investor untuk menyelamatkan operasional dan memperbaiki kondisi keuangannya yang memburuk.
Pada Februari 2025, perusahaan sempat mengungkap rencana pendanaan E-round. Namun upaya itu berujung gagal. Investor utama yang didukung dana negara BRICS disebut bersedia memberikan pendanaan besar, tetapi dengan syarat produksi harus kembali berjalan dan perlindungan investasi tersedia dengan jelas. Harapan itu kemudian memudar setelah pabrik di Tongxiang yang dibuka kembali pada awal Januari justru kembali terhenti karena kekurangan suku cadang yang parah.
Valuasi Anjlok, Investor Ikut Mundur
Tekanan terhadap Neta tidak berhenti di situ. Proposal pemotongan valuasi perusahaan hingga 80% pada 2025 membuat sejumlah pihak kecewa, termasuk investor awal dan pihak negara. Salah satu yang ikut terdampak adalah 360 Security Technology, yang menarik investasi senilai 138 juta dolar AS yang sebelumnya dijanjikan.
Dalam tiga tahun terakhir, Neta tercatat merugi 18,3 miliar yuan atau sekitar 2,53 miliar dolar AS. Perusahaan juga masih menanggung utang kepada pemasok sebesar 6 miliar yuan, setara sekitar 828 juta dolar AS. Beban finansial yang terus menumpuk inilah yang membuat masa depan Neta semakin rapuh, sekaligus membuka pintu bagi kemungkinan masuknya pemain besar seperti Toyota.
Langkah Strategis Toyota di Pasar Mobil Listrik China
Bagi Toyota, akuisisi Neta Auto bukan sekadar soal membeli aset, melainkan juga upaya memperluas pijakan di pasar kendaraan listrik China yang sangat kompetitif. Dengan memanfaatkan jaringan, teknologi, atau basis pasar yang sudah dimiliki Neta, Toyota berpeluang mempercepat pengembangan produk listriknya di masa depan.
Di tengah dominasi merek-merek lokal dan perubahan cepat di industri otomotif China, langkah seperti ini bisa menjadi jalan pintas yang strategis. Namun, keberhasilan akuisisi tetap bergantung pada bagaimana Toyota membaca risiko, menilai beban utang Neta, dan menentukan seberapa jauh perusahaan itu layak diselamatkan.
Source link


