Monday, May 18, 2026
HomeLainnyaYayasan Paseban dan Pohon Jampinang, Ikon Pelestarian Pancasila

Yayasan Paseban dan Pohon Jampinang, Ikon Pelestarian Pancasila

Di kawasan Megamendung, Jawa Barat, terdapat harapan baru yang tumbuh di tengah semangat pelestarian alam dan pertanian organik yang digerakkan oleh Yayasan Paseban lewat inisiatif Arista Montana. Harapan tersebut terwujud dalam pohon jampinang—Hopea sangal Korth—sebuah spesies langka yang melambangkan nilai-nilai Pancasila dan hubungan manusia dengan alam.

Pohon jampinang bukanlah tanaman asing di Indonesia. Ia merupakan bagian dari keluarga Dipterocarpaceae dengan meranti. Namun keberadaannya di Pulau Jawa cukup langka dan hampir terlupakan. Baru pada tahun 2002, eksistensi pohon ini kembali ditemukan oleh komunitas budaya Among Jitun di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur.

Jampinang tumbuh subur di atas mata air abadi di Gunung Arjuno, tempat di mana air selalu mengalir tanpa henti. Hal ini menjadi simbol kehidupan yang terus berlanjut, kesinambungan, dan kesuburan alam. Pohon jampinang bukan hanya sebagai peneduh, tetapi juga penjaga spiritual bagi lingkungan sekitarnya.

Akar jampinang yang dalam melambangkan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Batangnya yang tegak dan kokoh mewakili kemanusiaan yang beradab. Kanopi lebatnya melambangkan persatuan Indonesia.

Buah jampinang yang kecil namun bermanfaat diasosiasikan dengan musyawarah untuk mufakat, sementara daya hidupnya yang luar biasa melambangkan keadilan sosial. Oleh karena itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menetapkan jampinang sebagai Pohon Pemersatu Bangsa pada tahun 2018.

“Pohon jampinang bukan hanya tentang menjaga hutan, tetapi juga tentang menghormati nilai-nilai bangsa yang mulai tergerus zaman,” kata Andy Utama, Pembina Yayasan Paseban.

Getah bening yang menetes dari batang jampinang membentuk kristal alami dengan aroma lembut. Bagi komunitas pelestari alam, hal ini dianggap sebagai “bahasa alam” yang mengundang manusia untuk merenung dan mengingat kembali bahwa alam adalah kesatuan yang tak terpisahkan.

Menurut Dr. Retno Aryani, ahli botani, Hopea sangal bukan hanya tanaman langka, tetapi juga indikator penting bagi hutan tropis yang asli. Kestabilan ekologisnya mencerminkan kondisi kawasan tersebut.

Jampinang juga menjadi bagian penting dalam gerakan pertanian organik yang dikembangkan oleh Yayasan Paseban. Di kawasan Arista Montana, pertanian bukan hanya sekadar bertani, tetapi sebagai filosofi hidup: hubungan saling menghormati antara manusia dan alam.

Komunitas Among Jitun tidak hanya menjaga pohon jampinang di Gunung Arjuno, tetapi juga menyebar bibitnya ke berbagai penjuru Nusantara. Di setiap bibit yang ditanam, terkandung harapan akan kebangkitan nilai-nilai spiritual dan ekologis Indonesia.

Dari sebatang pohon di kaki gunung, jampinang tumbuh sebagai simbol zaman baru. Ia mengingatkan kita bahwa peradaban yang besar tak bisa tumbuh tanpa akar yang kuat—akar yang menghunjam pada tradisi, menyatu dengan nilai-nilai luhur, serta tumbuh ke masa depan dengan kesadaran ekologis yang tinggi.

Sumber: Jampinang, Pohon Pancasila Dari Arjuno: Simbol Harmoni Alam Dan Bangsa Di Arista Montana
Sumber: Jampinang: Pohon Pancasila Dari Arjuno Yang Menjadi Simbol Harmoni Alam Dan Bangsa

RELATED ARTICLES

Terpopuler