Wednesday, July 15, 2026
HomeCryptoDampak Konflik Iran-Israel terhadap Industri Kripto

Dampak Konflik Iran-Israel terhadap Industri Kripto

Harga Bitcoin bergerak datar setelah Federal Reserve Amerika Serikat memutuskan kembali menahan suku bunga di kisaran 4,25% hingga 4,5% dalam pengumuman terbarunya. Pasar tampaknya sudah membaca arah kebijakan itu sejak awal, sehingga keputusan The Fed tidak menimbulkan gejolak berarti di aset kripto utama tersebut.

Bitcoin Tak Bereaksi Banyak ke Keputusan The Fed

Alih-alih memicu reli baru, langkah bank sentral AS justru membuat Bitcoin bertahan di area yang sama. Tidak ada lonjakan signifikan setelah pengumuman itu, dan pergerakan BTC masih cenderung stagnan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih fokus pada faktor eksternal lain yang belakangan membayangi aset berisiko, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sebelumnya, harga Bitcoin sempat mendekati level USD 110.000 pada pekan lalu. Namun, momentum itu tertekan setelah serangan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran baru di pasar global. Sejak saat itu, BTC belum mampu kembali ke jalur kenaikan yang kuat, meski keputusan The Fed tidak memberikan tekanan tambahan.

Trump Serang Powell di Tengah Sinyal Ekonomi Positif

Presiden AS Donald Trump ikut bereaksi keras terhadap keputusan The Fed. Ia melontarkan kritik kepada Ketua The Fed, Jerome Powell, dan menyebutnya “bodoh” karena tidak menurunkan suku bunga. Kritik itu muncul di saat Gedung Putih merilis data ketenagakerjaan yang disebut positif.

Dalam data tersebut, Gedung Putih menyoroti kenaikan upah riil pekerja kerah biru sebesar 1,7% dalam lima bulan pertama masa pemerintahan Trump. Angka itu diklaim sebagai peningkatan terbesar dalam enam dekade. Meski begitu, pasar kripto tampaknya belum menjadikan data tersebut sebagai pendorong utama, karena sentimen dari konflik Iran-Israel masih lebih dominan membentuk arah perdagangan Bitcoin.

Pasar Kripto Masih Menunggu Pemicu Baru

Stabilnya Bitcoin di tengah dua tekanan besar—kebijakan suku bunga yang tetap dan ketegangan geopolitik yang meningkat—menunjukkan pasar sedang berada dalam fase menunggu. Tanpa katalis yang benar-benar kuat, BTC cenderung bergerak sempit dan sulit menembus level yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler