PSPS Pekanbaru mengambil langkah baru dalam upaya membenahi arah klub dengan menunjuk Kurniawan Dwi Yulianto sebagai Direktur Teknik. Sosok yang pernah menimba pengalaman di luar negeri itu resmi diperkenalkan pada 18 Juni 2025, menandai babak baru bagi klub Liga 2 tersebut dalam menyusun fondasi yang lebih kuat untuk musim mendatang.
Pengalaman luar negeri jadi modal utama
Kurniawan datang dengan rekam jejak yang cukup beragam. Setelah menangani tim junior Como di Italia, ia juga pernah bekerja di Sabah FC Malaysia serta sempat menjadi asisten pelatih timnas Indonesia. Pengalaman lintas negara itu disebut menjadi bekal penting untuk membantu PSPS Pekanbaru membangun sistem kerja yang lebih rapi, terutama dalam pembinaan dan arah permainan tim.
Pria yang memiliki lisensi AFC Pro itu sebenarnya juga sempat mendapat tawaran untuk menjadi asisten pelatih timnas U-20 Indonesia pada Piala Asia U-20 2025. Namun, perjalanan Garuda Muda tidak berjalan mulus karena gagal melaju dari fase grup. Meski begitu, langkah Kurniawan ke PSPS tetap menjadi sorotan karena dinilai membawa perspektif baru bagi klub yang sedang berjuang naik kelas.
PSPS incar jalur kembali ke Liga 1
Saat ini PSPS Pekanbaru masih berada di Liga 2 setelah musim lalu tersingkir lewat babak playoff. Situasi itu membuat klub membutuhkan pembenahan bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga dari struktur teknis agar target jangka panjang bisa lebih terukur. Kehadiran Kurniawan di posisi Direktur Teknik diharapkan menjadi bagian dari upaya tersebut.
Di tengah tantangan yang ada, Kurniawan menegaskan tekadnya untuk membantu PSPS kembali bersaing di Liga 1 pada masa depan. Tugas itu jelas tidak ringan, tetapi penunjukannya memberi sinyal bahwa PSPS mulai serius menata ulang ambisi mereka dari ruang teknis, bukan sekadar mengandalkan hasil instan di lapangan.
Source link


