Banjarbaru — Ekspor ikan betutu asal Kalimantan Selatan kembali menembus pasar Malaysia. Kali ini, sebanyak 105 ekor ikan betutu hidup resmi diberangkatkan setelah Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (BKHIT Kalsel) menerbitkan sertifikasi melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Pemeriksaan Ketat Sebelum Terbang
Kepala Karantina Kalsel, Erwin AM Dabuka, menegaskan bahwa setiap ekor ikan harus melalui rangkaian pemeriksaan yang tidak bisa dilewati begitu saja. Petugas karantina di Satuan Pelayanan Bandara memeriksa kondisi fisik ikan, kelengkapan dokumen, hingga melakukan pengujian laboratorium terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK).
Salah satu fokus utama pengujian adalah mendeteksi Aphanomyces invadans, jamur yang dapat memicu penyakit Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS) pada ikan betutu. Selain memastikan ikan bebas dari ancaman penyakit, tim juga menilai kesiapan kemasan agar komoditas tetap aman selama perjalanan menuju negara tujuan.
Dokumen Wajib untuk Ekspor
Setelah seluruh tahapan dinyatakan memenuhi syarat, Karantina menerbitkan Health Certificate for Fish and Fish Product (KI-1). Dokumen ini menjadi syarat utama ekspor sekaligus penanda bahwa komoditas telah lolos standar kesehatan dan keamanan yang ditetapkan.
Berdasarkan data Best Trust, pengiriman 105 ekor ikan betutu ini menjadi ekspor ketiga selama Juni 2025. Sebelumnya, Malaysia sudah menerima 125 ekor ikan betutu dari Kalsel melalui dua pengiriman yang telah lebih dulu diberangkatkan.
Pasar Malaysia Masih Terbuka Lebar
Erwin berharap pengawasan karantina yang ketat bisa menjaga reputasi ikan betutu Kalsel di pasar luar negeri. Ia menilai, bila kualitas dan keamanan tetap terjaga, peluang komoditas ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas akan semakin besar.
Ikan betutu sendiri dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan bernilai tinggi karena dagingnya yang lembut dan rasanya yang gurih. Dengan permintaan yang terus bergerak, Malaysia masih menjadi tujuan penting bagi komoditas khas perairan Kalimantan Selatan tersebut.
Source link


