Fenomena solstis memiliki dampak yang signifikan bagi kehidupan di Bumi. Di Belahan Bumi Utara seperti Eropa, Amerika Utara, dan Asia bagian utara, solstis menandai awal musim panas. Sementara di Belahan Bumi Selatan, solstis menjadi penanda awal musim dingin. Di Indonesia, solstis menjadi penanda awal musim kemarau. Perubahan posisi matahari akibat solstis menyebabkan pergeseran pemanasan bumi, memengaruhi arah angin, dan pergerakan awan. Setelah solstis utara, angin umumnya mulai bertiup dari selatan ke utara, mendorong pembentukan awan ke arah utara dan memasuki musim kemarau.


