Monday, May 18, 2026
HomeCryptoPeretas Bobol Nobitex: Kejadian Rp 1,47 Triliun di Bursa Kripto Iran

Peretas Bobol Nobitex: Kejadian Rp 1,47 Triliun di Bursa Kripto Iran

Serangan siber besar kembali mengguncang ekosistem aset digital Iran. Nobitex, bursa kripto terbesar dan paling dikenal di negara itu, dilaporkan menjadi target peretasan yang menyebabkan kerugian lebih dari USD 90 juta atau sekitar Rp 1,47 triliun, menurut laporan Elliptic. Insiden yang terjadi pada Rabu itu tidak hanya menyasar dana pengguna, tetapi juga memunculkan jejak pesan bernuansa politik yang menegaskan bahwa serangan ini tampaknya dirancang sebagai aksi tekanan, bukan sekadar pembobolan untuk keuntungan finansial.

Pesan Politik di Balik Peretasan

Dalam serangan tersebut, para pelaku menyisipkan pesan anti-pemerintah ke dalam dompet kripto yang digunakan Nobitex. Pola ini membuat insiden tersebut menonjol dibanding peretasan biasa, karena unsur simbolik dan politisnya begitu kuat. Alih-alih hanya menguras aset digital, serangan itu juga tampak ditujukan untuk mempermalukan infrastruktur keuangan digital Iran di hadapan publik.

Perusahaan analisis blockchain Chainalysis turut mengonfirmasi bahwa aset yang dicuri mencakup berbagai mata uang digital, termasuk bitcoin, ethereum, dogecoin, ripple, solana, tron, dan ton. Ragam aset yang terdampak menunjukkan skala serangan yang luas dan terkoordinasi, sekaligus menandakan bahwa sistem keamanan Nobitex berhasil ditembus pada beberapa lapisan.

Predatory Sparrow Mengklaim Bertanggung Jawab

Kelompok peretas Gonjeshke Darande, yang juga dikenal sebagai “Predatory Sparrow”, dilaporkan berada di balik aksi ini. Kelompok tersebut bahkan mengancam akan mempublikasikan kode sumber platform Nobitex, langkah yang jika dilakukan dapat membuka lebih banyak risiko bagi sistem dan pengguna bursa tersebut. Klaim mereka memperkuat dugaan bahwa serangan ini memiliki tujuan strategis yang lebih luas daripada sekadar pencurian aset.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, kelompok yang sama juga mengaku bertanggung jawab atas serangan siber terhadap Bank Sepah, bank milik negara Iran. Keterkaitan dua insiden besar ini memperlihatkan pola serangan yang terarah terhadap simbol-simbol penting dalam sistem keuangan Iran.

Ketegangan Regional Memperburuk Situasi

Peretasan Nobitex terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Iran dan Israel, yang sebelumnya telah diwarnai saling serang rudal. Kondisi itu membuat ruang siber di kawasan tersebut semakin rawan, karena konflik geopolitik kini juga merembet ke infrastruktur digital dan layanan keuangan. Dalam situasi seperti ini, bursa kripto menjadi salah satu titik paling rentan karena beroperasi di persimpangan antara teknologi, uang, dan kepentingan politik.

Kasus Nobitex menambah daftar panjang bagaimana konflik antarnegara bisa menjalar ke ranah digital dengan dampak yang sangat nyata. Dengan nilai kerugian yang mencapai triliunan rupiah, insiden ini menjadi salah satu peringatan paling keras bagi pelaku industri kripto di kawasan yang sedang berada dalam tekanan keamanan tinggi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler