Wednesday, July 15, 2026
HomeHiburanHighlights Europe on Screen 2025: The Boy with Pink Pants & Film...

Highlights Europe on Screen 2025: The Boy with Pink Pants & Film Pendek Terbaik

Europe on Screen (EoS) 2025 resmi menutup rangkaian acaranya di Jakarta dengan sorotan pada dua hal sekaligus: apresiasi terhadap karya film Eropa dan dorongan untuk membuka ruang lebih luas bagi sineas baru. Pada malam penutupan itu, tiga pemenang Short Film Pitching Project (SFPP) diumumkan, bersamaan dengan pemutaran film The Boy with Pink Pants yang membawa isu sosial ke layar dan mengundang perhatian penonton.

Penutupan EoS 2025 di Jakarta

Acara penutupan EoS 2025 menjadi penanda berakhirnya festival yang selama hampir dua minggu menghadirkan beragam film dari Eropa. Tahun ini, EoS juga merayakan 25 tahun penyelenggaraan di Indonesia, sebuah pencapaian yang menegaskan posisi festival ini sebagai salah satu agenda film internasional paling konsisten di Tanah Air.

Secara keseluruhan, festival menayangkan 55 film dari 27 negara Eropa. Ragam cerita, pendekatan visual, dan tema yang diangkat memperlihatkan bagaimana film bisa menjadi jendela untuk membaca isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tanpa kehilangan kekuatan artistiknya.

Apresiasi untuk antusiasme penonton Indonesia

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyampaikan rasa bangganya atas respons publik terhadap festival ini. Ia menilai antusiasme penonton Indonesia menjadi salah satu alasan EoS terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahun.

Denis juga menyebut festival ini sebagai festival film terbesar dan terpanjang yang diselenggarakan Uni Eropa selama bertahun-tahun di Indonesia. Baginya, capaian tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara penonton Indonesia dan film-film Eropa yang ditampilkan.

Ruang lebih besar untuk keberagaman dan sineas perempuan

Dalam kesempatan yang sama, Denis menekankan pentingnya keberagaman sudut pandang dalam perfilman. Ia mengapresiasi fakta bahwa lebih dari separuh film Eropa yang diputar tahun ini disutradarai oleh perempuan. Menurutnya, hal itu menjadi sinyal positif bagi kesetaraan di industri film global, sekaligus menunjukkan bahwa ruang kreatif semakin terbuka bagi lebih banyak suara.

Sementara itu, pengumuman tiga pemenang SFPP menambah bobot acara penutupan, karena festival tak hanya berhenti pada pemutaran film, tetapi juga mendorong lahirnya proyek-proyek pendek baru. Dengan begitu, EoS 2025 tidak hanya merayakan film yang sudah jadi, tetapi juga ikut menyiapkan karya-karya yang akan datang.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler