Di tengah tren hidup sehat, makanan mentah kerap dianggap lebih “alami” karena diyakini menjaga nutrisi tetap utuh. Namun, anggapan itu tidak selalu benar. Ada sejumlah bahan pangan yang justru berisiko jika langsung dikonsumsi tanpa proses memasak yang tepat. Ancaman utamanya bukan sekadar rasa tidak nyaman di perut, melainkan paparan mikroorganisme dan zat berbahaya yang tak terlihat, tetapi bisa memicu gangguan kesehatan serius.
Makanan mentah tidak selalu aman
Menurut SehatQ, aman atau tidaknya makanan mentah sangat bergantung pada jenis bahan dan cara pengolahannya. Sebagian makanan memang lebih baik dimakan mentah untuk menjaga kandungan gizinya, tetapi ada pula yang wajib dimasak terlebih dahulu agar aman dikonsumsi. Karena itu, memilih makanan mentah tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan tren atau asumsi bahwa “mentah berarti lebih sehat”.
Beberapa bahan yang sebaiknya tidak dimakan mentah antara lain ayam, daging sapi, kerang, telur, tauge, adonan tepung, kacang, dan susu mentah. Seluruh bahan tersebut berpotensi membawa bakteri atau zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan jika tidak diolah dengan benar.
Risiko pada ayam, daging, dan kerang
Daging ayam dan kalkun mentah dapat mengandung bakteri Salmonella, sehingga perlu dimasak hingga suhu 75°C. Sementara itu, daging sapi giling mentah berisiko terpapar E. coli dan idealnya dimasak sampai suhu 71°C. Untuk kerang mentah seperti tiram dan remis, proses pemasakan harus dilakukan hingga cangkang terbuka atau mencapai suhu 63°C agar risikonya berkurang.
Telur mentah maupun setengah matang juga tidak aman bila dikonsumsi sembarangan. Putih telur harus matang sepenuhnya untuk menekan kemungkinan paparan bakteri. Begitu pula tauge, yang perlu dimasak minimal 2 menit agar bakteri yang menempel dapat mati.
Adonan tepung, kacang, dan susu mentah juga perlu diwaspadai
Selain protein hewani, bahan lain yang kerap luput dari perhatian adalah adonan tepung mentah. Produk ini bisa mengandung E. coli, sehingga tidak disarankan untuk dicicipi dalam keadaan mentah. Kacang mentah pun menyimpan risiko karena mengandung toksin, sehingga perlu direbus minimal 10 menit sebelum dikonsumsi.
Adapun susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi juga bukan pilihan aman. Proses pasteurisasi penting untuk menekan kemungkinan keberadaan bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit. Dengan kata lain, tidak semua yang terlihat segar otomatis aman dimakan tanpa proses pemanasan.
Source link


