Kualitas kendaraan listrik buatan China kembali menjadi sorotan setelah rangkaian insiden viral terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun China telah menjadi pemimpin dalam upaya elektrifikasi global, adanya kasus kegagalan mekanis, masalah keselamatan, dan ketidakpuasan pengguna telah memicu kekhawatiran terhadap standar kualitas mobil listrik dari Negeri Tirai Bambu. Insiden-insiden tersebut telah mengungkap masalah yang lebih dalam, terutama terkait dengan desain, regulasi, dan tekanan pasar yang dialami oleh industri kendaraan listrik China.
Salah satu insiden viral terjadi pada NIO ES8 yang dipasarkan sebagai SUV premium dengan harga yang tidak murah. Pengguna baru mobil ini mengalami pedal gas yang terlepas hanya dalam tiga minggu penggunaan karena struktur pendukungnya terbuat dari plastik tipis. Video insiden ini menjadi viral di media sosial China, memberikan sorotan pada standar keselamatan kendaraan listrik kelas atas. Kasus serupa juga terjadi pada Zeekr 001, EV mewah produksi Geely yang mengungkap kekurangan struktural yang meresahkan.
Selain itu, masalah pada as roda depan, kecelakaan yang menyebabkan mobil hancur dengan mudah, kebakaran, dan ledakan juga semakin meningkat dalam kendaraan listrik China. Namun, respons terhadap insiden-insiden ini cenderung kurang transparan dan lebih terdorong oleh pembungkaman informasi. Konsumen yang menyampaikan pengalaman negatif dengan kendaraan listrik mereka sering kali dihadapi dengan pembatasan media sosial atau tindakan hukum.
Tidak hanya itu, operator angkutan barang yang menggunakan van kargo listrik juga mengalami frustrasi dengan biaya perawatan tinggi, kapasitas muatan rendah, asuransi mahal, dan nilai jual kembali yang minim. Semua ini menunjukkan bahwa meskipun China telah menjadi pemain terkemuka dalam industri kendaraan listrik secara global, ada tantangan serius yang harus diatasi terkait kualitas, keamanan, dan kepuasan pengguna.


