Vivo kembali menarik perhatian pasar ponsel lipat lewat X Fold 5, perangkat yang langsung mencuri sorotan karena bobotnya yang hanya 217 gram. Di tengah tren smartphone layar lipat yang kerap dianggap tebal dan berat, Vivo mencoba membalik persepsi itu dengan menghadirkan perangkat yang lebih ringan tanpa mengorbankan fitur penting.
Ringan, tetapi tetap dibuat tangguh
Vivo X Fold 5 resmi diperkenalkan di pasar China sebagai HP layar lipat paling ringan di dunia. Meski mengedepankan desain yang lebih tipis dan ringan, Vivo tetap membekali perangkat ini dengan perlindungan yang cukup serius. Ponsel tersebut mengantongi sertifikasi IP5X, IPX8, dan IPX9, yang berarti memiliki ketahanan terhadap debu serta air, termasuk semprotan air bertekanan tinggi dan air panas.
Layar besar dan baterai jumbo
Dilansir dari Android Authority, Vivo X Fold 5 membawa layar utama OLED 8,03 inci dan layar cover 6,53 inci. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut tetap nyaman dipakai sebagai ponsel harian sekaligus mendukung pengalaman layar besar saat dibuka. Di balik bodinya, Vivo menyematkan chipset Snapdragon 8 Gen 3 untuk menopang kinerja.
Salah satu hal yang paling menonjol dari X Fold 5 adalah baterainya yang mencapai 6.000mAh. Kapasitas ini menjadikannya ponsel layar lipat pertama dengan baterai sebesar itu, sebuah langkah yang cukup berani di kelasnya. Untuk urusan pengisian daya, Vivo menyediakan fast charging 80W melalui kabel serta pengisian nirkabel 40W.
Strategi Vivo di kelas ponsel lipat
Dengan memadukan bobot ringan, baterai besar, dan perlindungan terhadap air yang lebih lengkap, Vivo tampaknya ingin menjawab dua keluhan utama pengguna ponsel lipat: terlalu berat dan kurang praktis untuk dipakai sehari-hari. X Fold 5 pun hadir bukan sekadar sebagai perangkat premium, tetapi juga sebagai penegasan bahwa ponsel lipat bisa dibuat lebih nyaman tanpa kehilangan daya tarik utamanya.
Source link


