Dalam laporan terbaru dari SOAS, terungkap bahwa meskipun kepercayaan terhadap AI semakin meningkat, sejumlah tantangan operasional masih menghantui organisasi yang menerapkan teknologi ini. Keamanan model AI menjadi fokus utama bagi perusahaan yang telah mengadopsi AI. Selain itu, terdapat kesenjangan dalam kesiapan operasional AI, di mana 60% organisasi masih menghadapi alur kerja manual dalam pengembangan AI. Faktor lain yang menjadi kendala adalah kurangnya keterampilan sumber daya manusia, dengan 54% responden mengakui hal ini membatasi pemanfaatan potensi AI secara maksimal. Selain itu, biaya membangun dan mengoperasikan teknologi AI juga menjadi tantangan besar bagi hampir separuh responden, dengan angka mencapai 48%.
Terkait dengan praktik data, semakin banyak organisasi menyadari kekurangan dalam praktik data yang mumpuni dan terukur. Kekhawatiran akan bias dan hasil yang kurang akurat dari sistem AI juga masih menjadi perhatian, dengan 34% responden yang belum sepenuhnya percaya pada output AI. Namun, keluhan terkait kualitas data menunjukkan penurunan, dengan hanya 48% responden yang masih menganggapnya sebagai masalah, turun dari 56% pada tahun sebelumnya. Meski demikian, implementasi AI tetap menimbulkan sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi organisasi.


