Wednesday, July 15, 2026
HomeTeknoWhatsApp: Fitur Rangkum Pesan, Solusi Chat Tak Terlewat

WhatsApp: Fitur Rangkum Pesan, Solusi Chat Tak Terlewat

WhatsApp Dilarang di Kongres AS, Kekhawatiran Keamanan Data Jadi Sorotan

WhatsApp kembali terseret dalam perdebatan soal keamanan digital setelah parlemen atau Kongres AS memutuskan melarang penggunaannya oleh para anggota. Kebijakan ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan sinyal kuat bahwa aplikasi pesan populer itu dinilai menyimpan risiko yang tak bisa diabaikan, terutama di lingkungan pemerintahan yang sensitif terhadap kebocoran data.

Keputusan diambil setelah peringatan keamanan siber

Larangan tersebut muncul setelah Kantor Keamanan Siber AS mengeluarkan peringatan mengenai potensi risiko penggunaan WhatsApp. Dalam memo internal, alasan utama yang disebutkan mencakup minimnya transparansi dalam perlindungan data pengguna, tidak adanya enkripsi untuk data yang disimpan, serta kemungkinan ancaman keamanan lain yang melekat pada penggunaan aplikasi tersebut.

Langkah ini menambah daftar pembatasan aplikasi di lingkungan pemerintahan AS. Sebelumnya, parlemen AS juga telah melarang TikTok dan sejumlah aplikasi berbasis kecerdasan buatan di area kerja pemerintahan. Dengan keputusan terbaru ini, WhatsApp resmi masuk ke dalam daftar aplikasi yang dianggap terlalu berisiko untuk dipakai oleh anggota parlemen.

Laporan pertama muncul dari Axios

Kabar mengenai pelarangan WhatsApp ini pertama kali dilaporkan Axios dan kemudian dikutip oleh 9to5Mac pada Rabu, 25 Juni 2025. Dalam penjelasan yang disampaikan Kepala House of Representatives AS, isu utama bukan pada popularitas WhatsApp, melainkan pada standar keamanan yang dinilai belum memenuhi kebutuhan perlindungan data di lembaga negara.

Isu lama soal privasi kembali mencuat

Bagi WhatsApp, keputusan Kongres AS ini memperpanjang daftar pertanyaan mengenai sejauh mana aplikasi pesan instan benar-benar aman dipakai di lingkungan kerja yang menangani informasi penting. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap privasi dan keamanan siber, langkah AS menunjukkan bahwa aplikasi dengan basis pengguna besar pun tetap bisa dianggap rentan bila dinilai belum cukup transparan dalam pengelolaan data.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler