Kisah Almi Alfarghiani Casbana menunjukkan bahwa peluang besar sering kali datang setelah seseorang berani meninggalkan zona nyaman. Dari perjalanan yang tidak singkat, ia berhasil meraih gelar Master of Science dalam Ilmu Gizi dari Kagawa Nutrition University (KNU), Jepang, usai memenangkan Beasiswa Ajinomoto tahun ajaran 2022. Bagi Almi, capaian itu bukan sekadar soal akademik, melainkan hasil dari proses panjang yang menuntut ketekunan, adaptasi, dan mental yang kuat.
Belajar di Jepang, Bertumbuh di Lingkungan Baru
Almi mengakui, jalan menuju beasiswa tersebut tidak mudah. Namun, ia menilai setiap tantangan sepadan dengan pengalaman yang didapatkan. Selama menjalani program itu, ia bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara dan latar budaya yang berbeda, sehingga wawasannya ikut berkembang. Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanannya, bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai pribadi yang belajar memahami dunia dengan sudut pandang lebih luas.
Fokus Studi Tanpa Terbebani Biaya
Selama menempuh pendidikan, Almi bisa berkonsentrasi penuh pada studi tanpa terlalu memikirkan biaya hidup. Ia menyebut jumlah beasiswa yang diterimanya lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari di Jepang. Dukungan tersebut membuatnya lebih leluasa menjalani perkuliahan dan penelitian, termasuk saat menghadapi kendala bahasa serta penggunaan alat analisis dalam riset. Dalam situasi seperti itu, fasilitas sekolah bahasa dari beasiswa Ajinomoto menjadi bantuan yang sangat berarti baginya.
Dari Kampus ke Ajinomoto Headquarter Jepang
Setelah menyelesaikan studi, Almi tak berhenti di titik kelulusan. Ia justru berhasil diterima bekerja di Ajinomoto Headquarter Jepang. Langkah ini memperlihatkan bahwa kemampuannya di bidang ilmu gizi diakui dan dibutuhkan. Ke depan, ia ingin memberi kontribusi melalui penelitian asam amino yang dapat membantu menciptakan solusi bagi persoalan gizi. Bagi Almi, perjalanan akademik dan kariernya di Jepang menjadi bukti bahwa kesempatan yang tepat bisa membuka jalan yang jauh lebih besar.
Rafiq Usdika Maulana Menyusul Jejak yang Sama
Kisah serupa datang dari Rafiq Usdika Maulana, alumni Bioteknologi Universitas Brawijaya, yang juga berhasil meraih Beasiswa Ajinomoto untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Dengan bekal itu, Rafiq bersiap menempuh jenjang pendidikan pascasarjana dan berharap bisa memberi kontribusi yang berarti di bidang yang ia tekuni. Dua nama ini menunjukkan bahwa beasiswa bukan hanya soal bantuan studi, tetapi juga pintu menuju perjalanan akademik dan profesional yang lebih luas.
Source link


