Wednesday, July 15, 2026
HomeCryptoLonjakan Mata Uang Eropa Meningkatkan Nilai Pasar Stablecoin Euro

Lonjakan Mata Uang Eropa Meningkatkan Nilai Pasar Stablecoin Euro

Euro yang menguat di paruh pertama 2025 bukan cuma mengubah peta pasar valuta, tetapi juga ikut mengangkat pamor stablecoin berbasis euro. Di saat aset berisiko lain bergerak naik-turun, produk kripto yang dipatok ke mata uang Eropa justru menangkap momentum dari reli EUR/USD yang kian menonjol. Data TradingView menunjukkan pasangan Euro-Dolar AS (EUR/USD) melonjak 12,88% sepanjang semester pertama 2025, melampaui kenaikan Nasdaq dan S&P 500, serta nyaris menyamai laju Bitcoin yang tercatat 14,8%.

Kapitalisasi stablecoin euro ikut terdorong

Dampaknya terlihat jelas pada pasar stablecoin. Berdasarkan data Coingecko, kapitalisasi gabungan 21 stablecoin yang dipatok pada euro naik 44%, dari USD 310 juta menjadi USD 480 juta atau sekitar Rp7,7 triliun. Kenaikan ini menunjukkan minat yang lebih besar terhadap instrumen digital yang menawarkan eksposur ke euro, terutama ketika mata uang tersebut sedang menguat terhadap dolar AS.

Di antara nama-nama yang tercatat, EURC milik Circle tampil paling agresif. Stablecoin yang juga terdaftar di Amerika Serikat itu membukukan lonjakan kapitalisasi pasar sebesar 138% hingga menyentuh USD 200,36 juta atau sekitar Rp3,2 triliun. Pertumbuhan EURC menjadi salah satu penanda bahwa pasar mulai memberi ruang lebih besar bagi stablecoin non-dolar, meski skalanya masih jauh lebih kecil dibanding pemain utama di pasar kripto.

Masih tertinggal jauh dari stablecoin dolar AS

Meski sedang naik daun, stablecoin euro belum mampu mendekati dominasi stablecoin berbasis dolar AS. Nilai pasar gabungan seluruh stablecoin euro masih sekitar 1% lebih rendah dibanding stablecoin yang dipatok ke dolar AS, yang total kapitalisasinya mencapai USD 254,88 miliar atau sekitar Rp4,1 triliun. Kesenjangan ini menegaskan bahwa dolar masih menjadi patokan utama dalam ekosistem aset digital global.

Euro menguat ke level tertinggi sejak 2021

Pergerakan EUR/USD juga mencuri perhatian karena naik dari 1,0354 menjadi hampir 1,17, level tertinggi sejak September 2021. Kenaikan ini berlangsung bersamaan dengan memudarnya korelasi tradisional antara kurs dan selisih suku bunga Fed-ECB, sekaligus menunjukkan adanya pergeseran besar dari dolar AS. Dalam 90 hari terakhir, koefisien korelasi antara EUR/USD dan Bitcoin turut naik menjadi 0,62, tertinggi sejak Februari 2024, yang menandakan hubungan positif moderat antara keduanya.

Dengan euro yang terus menguat dan minat terhadap stablecoin berbasis euro yang ikut naik, pasar kini memberi sinyal bahwa dominasi dolar dalam dunia kripto tidak lagi bergerak tanpa tantangan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler