Xiaomi langsung membuat kejutan besar di pasar otomotif China. SUV listrik YU7, model terbaru sekaligus SUV pertama dari pabrikan teknologi asal Beijing itu, diburu pembeli dalam jumlah yang nyaris tak masuk akal: 289.000 pesanan hanya dalam satu jam setelah peluncuran. Pencapaian ini bukan sekadar angka penjualan awal, tetapi juga sinyal bahwa Xiaomi mulai diperhitungkan serius di industri mobil listrik yang persaingannya semakin panas.
Lonjakan Pesanan dalam Hitungan Menit
Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, mengaku terkejut dengan respons pasar terhadap YU7, yang menjadi model kedua Xiaomi setelah sebelumnya meluncurkan SU7. Dalam video yang dibagikan usai acara peluncuran, ia menyebut bahwa dalam dua menit pertama saja sudah masuk 196.000 pesanan prabayar dan 128.000 pesanan reguler. Angka tersebut kemudian terus bertambah hingga mencapai 289.000 pesanan pada jam pertama.
Melalui akun resmi Weibo, divisi kendaraan listrik Xiaomi menegaskan bahwa YU7 adalah SUV lima penumpang dengan harga mulai dari 253.500 RMB. Dengan banderol itu, Xiaomi menempatkan YU7 sebagai penantang langsung di segmen yang selama ini dikuasai pemain besar.
Disiapkan Menantang Tesla Model Y
Di China, YU7 dipandang sebagai rival utama Tesla Model Y. Selisih harganya disebut hampir 4 persen lebih murah, sebuah strategi yang berpotensi menggerus dominasi Model Y di pasar lokal. Situasi ini menjadi menarik karena Model Y selama ini dikenal sebagai SUV terlaris di China dan menjadi tolok ukur bagi banyak produsen lain.
Dengan respons awal yang begitu kuat, Xiaomi tampaknya berhasil memanfaatkan reputasinya di sektor elektronik konsumen untuk menembus pasar otomotif. Kesuksesan YU7 dalam waktu singkat menunjukkan bahwa merek teknologi ini bukan lagi sekadar pendatang baru, melainkan pesaing yang mulai mengubah peta persaingan mobil listrik di China.
Source link


