Al Hilal Singkirkan Manchester City Lewat Laga Gila 4-3 di Piala Dunia Antarklub
Orlando — Laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 menghadirkan kejutan besar. Al Hilal berhasil menumbangkan Manchester City dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang berlangsung di Camping World Stadium, Orlando, pada Selasa pagi, 1 Juli 2025. Duel ini berjalan panas sejak menit awal, penuh pergantian momentum, dan baru menemukan pemenangnya lewat babak perpanjangan waktu.
City Sempat Memimpin, Al Hilal Tak Gentar
Manchester City memulai pertandingan dengan dominan dan lebih dulu membuka keunggulan lewat Bernardo Silva. Namun, Al Hilal tidak larut dalam tekanan. Tim asal Arab Saudi itu membalas, lalu berbalik memimpin dalam laga yang terus bergerak cepat dari satu serangan ke serangan lain.
City sempat kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2, tetapi Al Hilal lagi-lagi menunjukkan daya tahan dan keberanian untuk mengambil alih permainan. Alih-alih goyah, mereka justru terus menjaga intensitas hingga pertandingan memaksa kedua tim bermain lebih lama dari 90 menit.
Marcos Leonardo Jadi Pembeda di Menit ke-112
Drama terbesar muncul di babak tambahan. Setelah Manchester City melakukan sejumlah perubahan strategi dan memasukkan pemain baru, ritme pertandingan tetap sulit dikuasai sepenuhnya. Al Hilal tetap disiplin, menunggu celah, lalu memanfaatkannya pada momen penting.
Marcos Leonardo menjadi sosok penentu. Golnya pada menit ke-112 memastikan Al Hilal unggul 4-3 dan mengunci kemenangan yang terasa sangat berat. Gol tersebut sekaligus mengirim Al Hilal ke babak berikutnya dan memupus harapan Manchester City untuk melaju lebih jauh.
Pertandingan yang Penuh Intensitas
Secara keseluruhan, duel ini menjadi salah satu laga paling dramatis di Piala Dunia Antarklub 2025. Manchester City tampil agresif dan menguasai banyak fase permainan, tetapi Al Hilal menunjukkan semangat juang yang konsisten dari awal hingga akhir. Hasil akhir 4-3 menjadi bukti bahwa pertandingan ini bukan hanya soal kualitas individu, melainkan juga ketahanan mental dan keberanian dalam momen krusial.
Source link


