Bawang putih selama ini kerap dianggap sekadar pelengkap dapur. Padahal, di balik aromanya yang tajam, bahan masakan ini menyimpan sejumlah manfaat yang membuatnya menonjol di antara rempah lain. Masih satu keluarga dengan bawang bombai dan bawang merah dalam genus Allium, bawang putih disebut punya peran yang lebih luas daripada sekadar memberi rasa pada makanan.
Lebih dari sekadar bumbu dapur
Sejumlah manfaat bawang putih yang paling sering dibahas adalah kemampuannya mendukung kesehatan jantung, membantu melawan infeksi, mengurangi pembekuan darah, hingga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker. Karena itu, bawang putih kerap masuk dalam daftar bahan pangan yang dinilai baik untuk dikonsumsi secara rutin.
Temuan penelitian soal jantung dan tekanan darah
Salah satu penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Emory menyebut komponen minyak bawang putih, diallyl trisulfide, berpotensi melindungi jantung dan menurunkan tekanan darah. Temuan ini membuat bawang putih semakin sering dibicarakan bukan hanya sebagai bahan dapur, tetapi juga sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan tubuh.
Dikaitkan dengan perlindungan dari infeksi
Selain itu, bawang putih dikenal memiliki sifat yang membantu melawan bakteri, virus, jamur, dan parasit. Sifat inilah yang membuatnya kerap dipandang sebagai bahan alami yang dapat memberi perlindungan tambahan terhadap berbagai infeksi. Di sisi lain, bawang putih juga disebut dapat membantu mengurangi pembekuan darah, yang berkaitan dengan upaya menjaga sirkulasi tetap lancar.
Dengan rangkaian manfaat tersebut, bawang putih layak dipertimbangkan sebagai bagian dari menu harian. Konsumsi secara teratur disebut dapat memberi perlindungan tambahan terhadap sejumlah penyakit, sekaligus memperkuat alasan mengapa bahan sederhana ini tetap bertahan sebagai salah satu favorit dalam pola makan sehat.
Source link


