Saturday, July 18, 2026
HomeTeknoTekno Terbaik: Cara Menambang Emas dari HP Bekas

Tekno Terbaik: Cara Menambang Emas dari HP Bekas

Tekno Terbaik: Cara Menambang Emas dari HP Bekas

Microsoft mengambil langkah baru untuk pengguna Windows 10 yang belum siap pindah ke Windows 11. Lewat program Extended Security Updates atau ESU, perusahaan ini memberi jalan tengah agar perangkat lama tetap aman dipakai lebih lama, meski dukungan penuh sistem operasi tersebut akan berakhir. Opsi ini menjadi penting bagi pengguna yang masih bergantung pada Windows 10 untuk pekerjaan harian dan belum ingin terburu-buru mengganti perangkat.

Opsi berbayar untuk memperpanjang umur Windows 10

Melalui program ESU, pengguna bisa menukar 1.000 poin Microsoft Rewards untuk mendapatkan pembaruan keamanan selama satu tahun. Jika tidak memakai poin, biaya yang dikenakan adalah USD 30 per tahun. Skema ini memberi kesempatan bagi pengguna yang rutin mengumpulkan rewards dari aktivitas seperti mencari lewat Bing, berbelanja di Microsoft Store, atau bermain game di Xbox untuk memperpanjang masa pakai Windows 10 tanpa harus langsung beralih ke sistem operasi baru.

Apa yang masih didapat, dan apa yang hilang

Dengan ikut ESU, pengguna tetap akan menerima update keamanan, perbaikan bug, serta dukungan teknis hingga Oktober 2026. Namun, bagi mereka yang memilih tidak mendaftar, Windows 10 tetap bisa digunakan seperti biasa, hanya saja tanpa jaminan pembaruan keamanan penting. Artinya, risiko keamanan akan meningkat seiring waktu ketika sistem tidak lagi mendapat perlindungan resmi seperti sebelumnya.

Dukungan aplikasi Microsoft 365 masih berlanjut

Meski dukungan utama Windows 10 dibatasi, Microsoft masih menjanjikan pembaruan keamanan untuk aplikasi Microsoft 365 dan update antivirus Windows Defender hingga Oktober 2028. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Microsoft belum sepenuhnya memutus pengguna Windows 10, tetapi tetap mendorong transisi bertahap ke Windows 11 dengan memberi ruang tambahan bagi pengguna yang membutuhkan waktu lebih lama.

Langkah ini memperlihatkan strategi Microsoft yang pragmatis: tidak semua pengguna dipaksa pindah seketika, tetapi keamanan dasar tetap dipaketkan sebagai layanan tambahan bagi mereka yang masih bertahan di Windows 10.

RELATED ARTICLES

Terpopuler