Awal Juli 2025 membawa kabar yang langsung terasa di kantong pengguna kendaraan: harga BBM Vivo kembali naik. Penyesuaian ini berlaku mulai 1 Juli 2025 dan menyentuh seluruh produk yang dijual Vivo di Indonesia, mulai dari R90 hingga Diesel Primus Plus. Informasi tersebut diumumkan lewat akun Instagram resmi @spbuvivo, yang sekaligus menandai adanya perubahan harga pada awal bulan.
Empat Produk Vivo Kompak Naik Harga
Vivo memiliki empat jenis BBM yang dipasarkan, yakni R90, R92, R95, dan Diesel Primus Plus. Pada periode terbaru ini, keempatnya sama-sama mengalami kenaikan. Besaran penyesuaian berada di kisaran Rp470 hingga Rp590 per liter dibandingkan harga bulan sebelumnya.
R90 kini dijual seharga Rp12.730 per liter, naik dari Rp12.260 per liter. R92 ikut terkerek menjadi Rp12.810 per liter dari sebelumnya Rp12.340 per liter. Untuk R95, harga terbaru ditetapkan sebesar Rp13.300 per liter setelah sebelumnya berada di Rp12.810 per liter. Sementara itu, Diesel Primus Plus naik menjadi Rp13.800 per liter dari Rp13.210 per liter.
Penyesuaian Harga Terjadi di Awal Bulan
Perubahan harga BBM seperti ini bukan hal baru, namun tetap penting dicermati karena berdampak langsung pada biaya operasional harian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi. Dengan kenaikan serentak pada seluruh lini produk, Vivo mengikuti pola penyesuaian yang juga terjadi pada sejumlah penyedia BBM lain di awal Juli 2025.
Selain Vivo, perusahaan bahan bakar lainnya seperti Pertamina (BBM nonsubsidi), Shell, dan BP juga melakukan penyesuaian harga pada bulan ini. Karena itu, pembeli BBM perlu lebih teliti memantau perubahan tarif, terutama bagi mereka yang rutin menggunakan BBM nonsubsidi untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Daftar Harga BBM Vivo per 1 Juli 2025
Berikut rincian harga terbaru BBM Vivo yang berlaku mulai 1 Juli 2025:
- R90: Rp12.730 per liter
- R92: Rp12.810 per liter
- R95: Rp13.300 per liter
- Diesel Primus Plus: Rp13.800 per liter
Dengan kenaikan ini, konsumen kini perlu menghitung ulang kebutuhan bahan bakar mereka, terutama jika frekuensi pemakaian kendaraan cukup tinggi.
Source link


