Pasar kripto kembali menerima sinyal besar dari pergerakan XRP setelah sebuah transaksi jumbo tercatat masuk ke Coinbase pada 30 Juni 2025. Sebanyak 25,49 juta XRP, dengan nilai sekitar USD 56,1 juta atau setara Rp 920 miliar, dikirim dari alamat dompet anonim ke bursa kripto terbesar di Amerika Serikat itu. Langkah ini sontak memicu dugaan bahwa aset tersebut sedang dipersiapkan untuk dijual di pasar terbuka.
Transfer besar, pasar justru bergerak naik
Biasanya, pengiriman aset dalam jumlah besar ke bursa memunculkan kekhawatiran akan tekanan jual. Namun kali ini respons pasar berbeda. Alih-alih melemah, harga XRP justru naik dari USD 2,20 menjadi USD 2,29 dalam waktu kurang dari satu jam setelah transaksi terjadi. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap XRP masih cukup kuat, meski ada potensi distribusi aset dalam jumlah besar.
Minat pasar ikut terdorong kabar dari Ripple
Selain transaksi ke Coinbase, perhatian investor juga tertuju pada Ripple Labs, perusahaan pengembang utama XRP. Keputusan Ripple untuk membatalkan banding silang dalam perkara hukum yang panjang melawan Securities and Exchange Commission (SEC) AS ikut menambah optimisme di pasar. Kombinasi antara kabar hukum dan lonjakan harga membuat XRP kembali menjadi salah satu aset kripto yang paling banyak dibicarakan.
Masih jadi sorotan komunitas kripto
XRP tetap berada di posisi tiga besar kripto dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, sehingga setiap perpindahan dana besar hampir selalu memancing reaksi cepat dari pelaku pasar. Meski begitu, investor tetap perlu membaca situasi secara hati-hati, karena transaksi besar di bursa tidak selalu berarti arah harga akan bergerak sama dalam jangka pendek. Source link


