Keinginan memiliki anak yang tumbuh tinggi dan sehat kerap membuat sebagian orang mengaitkannya dengan pilihan pasangan hidup. Di media sosial, pernikahan dengan warga negara asing, terutama yang berwajah Kaukasia, bahkan sering dipersepsikan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan keturunan yang lebih tinggi. Padahal, anggapan itu tidak sesederhana yang terlihat.
Menikah dengan WNA Bukan Jaminan Anak Tinggi
Dokter Spesialis OB/GYN Subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, Boy Abidin, menegaskan bahwa menikah dengan warga negara asing tidak otomatis menghasilkan anak bertubuh tinggi. Menurut dia, tinggi badan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik dari orang tua, tetapi juga dipengaruhi oleh nutrisi, stimulasi, serta kualitas perawatan kesehatan sejak awal kehidupan.
Boy menjelaskan, pasangan dengan latar belakang Kaukasia mungkin saja menurunkan ciri fisik tertentu, seperti kulit yang lebih putih atau rambut yang tidak terlalu hitam. Namun, untuk tinggi badan dan kualitas otak, faktor keturunan bukan satu-satunya penentu.
Nutrisi Ibu Jadi Kunci Sejak Kehamilan
Ia menekankan bahwa asupan gizi ibu selama masa kehamilan memiliki peran besar dalam tumbuh kembang anak. Nutrisi yang cukup dan seimbang membantu mendukung perkembangan janin, termasuk pembentukan tubuh dan fungsi otak. Karena itu, perencanaan kehamilan tidak bisa dipisahkan dari kesiapan kesehatan calon orang tua.
Dalam pandangan Boy, yang jauh lebih penting daripada sekadar memilih pasangan berdasarkan kebangsaan adalah memastikan calon ibu mendapat perawatan yang baik, asupan mikronutrien yang memadai, dan pemeriksaan kesehatan yang teratur.
Perencanaan Keturunan Lebih Penting dari Tren
Fenomena menikah dengan orang asing memang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Namun, tren tersebut tidak seharusnya menutupi fakta bahwa kualitas anak dibentuk oleh banyak faktor yang bekerja sejak dalam kandungan hingga masa tumbuh kembang. Dengan nutrisi yang baik, stimulasi yang tepat, dan perawatan medis yang memadai, anak memiliki peluang lebih besar tumbuh optimal.
Boy juga menyinggung bahwa generasi saat ini sebenarnya punya peluang lebih baik untuk tumbuh lebih tinggi dan lebih sehat dibanding generasi sebelumnya, selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Jadi, harapan melahirkan anak yang berkualitas tidak cukup disandarkan pada asal pasangan, melainkan pada kesiapan fisik, gizi, dan perhatian kesehatan yang berkelanjutan.
Source link


