COIN, sebuah ekosistem bursa aset kripto pertama di dunia yang tercatat di BEI, berhasil mengumpulkan dana IPO sebesar Rp220 miliar dengan harga penawaran Rp100 per saham. Direktur Keuangan COIN, Abraham Nawawi, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung modal kerja perusahaan anak, yaitu CFX dan ICC. Dengan kinerja keuangan yang solid, COIN mencatat kenaikan pendapatan yang signifikan pada akhir Desember 2024, dengan net profit margin mencapai 42,32% dari total pendapatan. Perusahaan optimis dapat meningkatkan pendapatan pada akhir tahun 2025 melalui pengembangan produk Derivatif kripto. Ade juga menyoroti bahwa kehadiran COIN di bursa saham merupakan momentum bagi Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara. Dukungan regulator, instansi terkait, dan infrastruktur bursa yang terpercaya diharapkan dapat memfasilitasi transaksi lintas negara yang lebih jelas dan aman untuk bertransaksi aset kripto di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi lebih dari sekadar pasar aset kripto. Perlu diingat bahwa segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca. Before melakukan transaksi aset kripto, penting untuk melakukan pembelajaran dan analisis yang matang. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.


