Token yang tidak dapat dipertukarkan atau Non-fungible token (NFT) kembali bergairah seiring lonjakan harga kripto. Hal ini ditunjukkan dengan penjualan dan partisipasi yang melonjak. Di sisi lain, JPEGs bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (AS) juga kembali menjadi perbincangan.
Menurut Crypto News, penjualan NFT mingguan mengalami kenaikan 29% menjadi USD 159,6 juta atau sekitar Rp 2,60 triliun. Hal ini terjadi seiring dengan Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi baru, meningkatkan kepercayaan investor dan volume transaksi. Ethereum tetap menjadi yang teratas untuk aktivitas NFT, namun Bitcoin juga tidak jauh tertinggal dengan pertumbuhan sebesar 3.000%.
Koleksi seperti Pudgy Penguins dan CryptoPunks memimpin, dengan kembalinya para investor besar dan lantai perdagangan yang semakin ramai di seluruh ekosistem. Dengan jumlah pembeli dan penjual yang hampir dua kali lipat, pasar NFT mungkin sedang menunjukkan kebangkitan yang kentara.
Partisipasi pasar telah pulih dengan peningkatan pembeli NFT sebesar 89,32% menjadi 176.807 dan peningkatan penjualan NFT sebesar 86,08% menjadi 112.430. Transaksi NFT juga tumbuh 20,61% menjadi 1.627.821. Ethereum tetap mendominasi dengan penjualan sebesar USD 79,7 juta atau Rp 1,3 triliun, naik 61,83% dari pekan sebelumnya. Bitcoin berada di posisi kedua dengan USD 24,8 juta, naik 60,58%, sementara Polygon turun di posisi ketiga dengan nilai USD 16,8 juta.
Melihat dari peringkat ini, Ethereum memang masih menjadi andalan utama dalam pasar NFT, namun Bitcoin dan platform lainnya juga mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jumlah pembeli di seluruh blockchain juga mengalami kenaikan besar, menunjukkan minat yang semakin meningkat dalam aset digital tersebut.


