Imbas pandemi Covid-19 tahun 2020 telah mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Globalisasi dunia yang semakin cepat memaksa masyarakat untuk memahami sistem kerja hybrid yang memungkinkan fleksibilitas bekerja dari mana saja. Namun, banyak yang masih kurang memahami teknologi, meningkatkan risiko serangan dan ancaman siber.
Suryo Pratomo, Director and Head of Sales PT Ensign InfoSecurity Indonesia, mengungkapkan peningkatan besar dalam skala serangan siber yang bekerja sama dengan ekonomi bawah tanah. Kolaborasi subkontrak tersebut membuat serangan hacker lebih terorganisir dan efektif, meningkatkan jumlah korban. Beberapa organisasi yang diduga sebagai sumber ancaman siber termasuk Akira, Brain Cipher, DragonForce Ransomware, Kill Ransomware, LockBit Gang, Qilin Ransomware, RansomHub, dan Sarcoman Ransomware.
Indonesia juga tidak luput dari ancaman siber, dengan Brain Cipher dan LockBit Gang sebagai dua organisasi yang kerap beraksi. Dalam menghadapi serangan siber, kesadaran dan langkah-langkah pencegahan perlu ditingkatkan. Memahami cara kerja hacker dan menggunakan teknologi keamanan yang tepat bisa membantu melindungi data dan informasi dari serangan yang merugikan.


