Pablo Benua, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PAI, mengungkapkan praktik tidak etis yang dilakukan oleh Junaidi, mantan atasan yang menunjuknya. Dilaporkan bahwa Junaidi sering meminta uang kepada anggota PAI dengan nominal yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Hal ini telah menimbulkan banyak keluhan dari anggota, dan Pablo Benua pun akhirnya blak-blakan mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan.
Sementara itu, pada waktu yang sama, Junaidi melaporkan Pablo Benua dan Rey Utami, namun kejadian tersebut justru mengungkapkan berbagai keburukan Junaidi. Ketika Pablo Benua menyumbangkan dana pribadi untuk PAI, bahkan hingga Rp 500 juta dan membelikan mobil mewah, Junaidi tetap saja meminta uang kepada anggota. Bahkan, ia diketahui membebankan biaya kepada anggota sebesar Rp 100 ribu, tindakan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin sebuah organisasi profesi hukum.


