Sarwendah, atau yang akrab dipanggil Cici, merasa sangat terharu dengan sosok ayahnya yang sangat luar biasa dan selalu memberikan dukungan tanpa batas. Kenangan akan kebaikan dan kasih sayang almarhum ayah akan selalu terukir dalam hati Sarwendah. Tidak hanya Sarwendah, anak-anaknya juga memiliki kenangan manis bersama sang kakek. Mereka mengingat bagaimana sang kakek selalu memanjakan dan memberikan perhatian lebih kepada mereka. Thalia dan Thania, sang anak, merasakan kesedihan mendalam atas kepergian Yeye (panggilan untuk kakek) yang selalu menunjukkan kasih sayang. Setiap hari, Yeye selalu menelepon mereka dan menawarkan apapun yang mereka inginkan. Bahkan, Yeye sering memberikan uang kepada mereka. Kini, Sarwendah menyatakan bahwa anak-anaknya sedang menyiapkan uang sebagai bekal bagi Yeye di tempat yang baru. Mereka berencana mengirimkan banyak uang bagi Yeye.


