BlackRock, perusahaan manajer investasi terbesar di dunia, memperlihatkan peningkatan yang signifikan dalam kepemilikan Ethereum (ETH) dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Data dari platform Lookonchain mengungkapkan bahwa sejak 1 Juli 2025, BlackRock telah mengakuisisi 1.035.653 ETH senilai lebih dari USD 3,76 miliar atau sekitar Rp 61,36 triliun. Kini, total kepemilikan Ethereum oleh BlackRock telah mencapai sekitar 2,8 juta ETH dengan nilai lebih dari USD 10,22 miliar berdasarkan harga saat ini.
Peningkatan nilai Ethereum, yang telah mencapai USD 3.500, menarik perhatian banyak pelaku pasar. BlackRock melakukan pembelian besar-besaran ini menunjukkan minat yang kuat dari investor institusi terhadap Ethereum. Selain BlackRock, produk ETF Ethereum spot di Amerika Serikat juga menunjukkan tren positif. Total investasi ke ETF Ethereum spot sepanjang bulan Juli saja telah mencapai USD 4,4 miliar, melampaui total investasi sepanjang tahun sebelumnya.
Lonjakan minat beli dari investor besar ini mengakibatkan banyak orang menyebut Juli sebagai “bulan FOMO” bagi Ethereum. Lonjakan ini dipicu oleh tren positif harga Ethereum yang mencapai level tertinggi beberapa bulan belakangan ini. Harga ETH naik 53,69% sepanjang Juli, mendorong investor institusi yang sebelumnya ragu untuk mulai mengejar ketertinggalan. Seperti biasa, penting bagi pembaca untuk melakukan riset dan analisis sebelum melakukan transaksi investasi dalam kripto, dan Liputan6.com selalu mendorong pembaca untuk bertanggung jawab secara penuh atas keputusan investasi yang diambil.


