Friday, May 15, 2026
HomeOtomotifMengapa Mobil Hidrogen Sulit Diadopsi di Indonesia?

Mengapa Mobil Hidrogen Sulit Diadopsi di Indonesia?

Mobil hidrogen masih menjadi topik pembicaraan dalam industri otomotif internasional sebagai teknologi masa depan. Beberapa produsen otomotif sedang mengembangkan kendaraan dengan teknologi hidrogen, yaitu Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Meskipun demikian, realisasi penggunaan mobil FCEV masih dianggap jauh dari kemungkinan karena biaya operasionalnya yang sangat tinggi dibandingkan dengan mesin bensin atau listrik.

Ignasius Jonan, mantan Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), menyatakan bahwa mobil FCEV belum dapat diadopsi di Indonesia saat ini. Salah satu hambatannya adalah kurangnya infrastruktur yang mendukung penggunaan mobil dengan teknologi hidrogen. Toyota dikenal sebagai salah satu produsen yang terbuka dalam mengembangkan kendaraan hidrogen, namun mobil tersebut hanya dipamerkan tanpa dijual secara resmi di pasar.

Jonan juga menyoroti masalah harga mobil hidrogen yang diprediksi akan sangat tinggi jika dijual di Indonesia. Harganya diperkirakan bisa mencapai USD200.000 hingga USD300.000 atau sekitar Rp3–4 miliar. Karena harga yang mahal tersebut, dirinya berpendapat bahwa mobil hidrogen kemungkinan besar belum akan muncul dalam waktu dekat dan belum terjangkau oleh masyarakat. Dengan biaya yang mencapai 200.000–300.000 dolar AS, mobil hidrogen masih dianggap tidak mungkin untuk diperkenalkan di Indonesia dalam waktu dekat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler