Saturday, March 14, 2026
HomeSepakbolaMengapa Pelatih Asing Mendominasi BRI Super League 2025-2026

Mengapa Pelatih Asing Mendominasi BRI Super League 2025-2026

Tren dominasi pelatih asing dalam BRI Super League 2025-2026 menjadi sorotan utama dalam dunia sepakbola Indonesia. Menurut analisis dari Pengamat sepak bola Indonesia, Kesit Budi Handoyo, fenomena ini bukan semata-mata disebabkan oleh krisis pelatih lokal di Tanah Air. Kesit menegaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak kekurangan jumlah pelatih lokal yang berkualitas.

Alasan di balik minat klub untuk membawa pelatih asing ke pangkuan mereka dapat dijelaskan dari beberapa faktor. Pertama, masih sedikitnya pelatih lokal yang mampu membawa klub-klub dalam negeri meraih gelar juara Liga Indonesia. Hal ini menjadi indikator bahwa kompetensi pelatih asal Indonesia belum mampu bersaing dengan pelatih asing. Kedua, regulasi kompetisi yang memberikan kuota lebih besar untuk pemain asing membuat klub cenderung memilih pelatih asing sebagai pilihan utama.

Dalam kompetisi BRI Super League 2025-2026, sebanyak 18 klub akan bersaing memperebutkan gelar juara. Hanya satu klub, Malut United, yang dipercayakan kepada pelatih lokal Hendri Satrio. Sementara itu, pelatih asing dari berbagai negara seperti Belanda, Brasil, dan Portugal mendominasi posisi pelatih di klub-klub lainnya.

Kesit mendorong PSSI dan I.League untuk melakukan regenerasi dan peningkatan kualitas pelatih lokal guna meningkatkan daya saing mereka dengan pelatih asing. Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelatih lokal untuk berkarya di level klub Liga Indonesia menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan.

Selain itu, masalah kuota pemain asing juga turut berperan dalam penentuan pilihan klub terhadap pelatih asing. Pengaturan kuota yang semakin membesar membuat ruang bermain atlet dalam negeri menjadi sempit. Meskipun pemain asing bisa membawa pengayaan dalam gaya bermain, namun hal ini juga memberikan dampak pada minimnya peluang pemain lokal untuk bersinar di kompetisi sepakbola nasional.

Dengan adanya penyesuaian regulasi baru yang membatasi jumlah pemain asing yang dapat diperlakukan di lapangan, diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi pemain lokal untuk tampil di level tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia. Situasi ini juga diharapkan dapat berdampak positif bagi pembinaan pemain lokal sebagai potensi tim nasional di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler