Pada Jumat, 1 Agustus, kejadian kekerasan mengejutkan terjadi di Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, melibatkan empat pelajar yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka melakukan penyiraman air keras kepada seorang pelajar lain saat terjadi tawuran antar pelajar. Kasus ini menyadarkan kita akan bahaya air keras yang dapat menyebabkan luka serius pada korban, seperti yang terjadi pada Novel Baswedan delapan tahun lalu.
Fokus utama saat ini adalah memberikan pertolongan pertama yang benar bagi korban yang terpapar air keras. Jika kulit terkena air keras, langkah pertama adalah menanggalkan pakaian yang terkena, lalu menyiram area yang terpapar dengan air dingin minimal 15 menit untuk mendinginkan kulit. Jika paparan cukup parah, cuci area tersebut dengan sabun desinfektan lembut, oleskan salep antibiotik, dan tutup luka dengan kain kasa steril.
Untuk kasus mata yang terkena air keras, segera siram mata dengan air dingin selama 15 menit dan lepaskan lensa kontak jika ada. Pertolongan pertama ketika air keras tertelan adalah jangan memuntahkan cairan tersebut dan bawa korban segera ke rumah sakit. Jika terpapar uap air keras, segera bawa korban ke tempat terbuka untuk mendapatkan udara segar, dan jika perlu, gunakan tabung oksigen.
Berhati-hatilah dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus-kasus terpapar air keras. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih serius pada korban. Pengetahuan dan langkah-langkah yang tepat dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah dampak buruk akibat air keras.


