Metode jalan kaki interval bernama Japanese walking kini menjadi tren global setelah diperkenalkan oleh content creator asal Australia, Eugene Teo. Metode ini awalnya dikembangkan oleh para peneliti di Jepang dan berhasil disederhanakan oleh Teo agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Japanese walking terbukti lebih efektif dalam meningkatkan berbagai indikator kesehatan daripada jalan kaki biasa, seperti tekanan darah, kadar gula darah, IMT, kapasitas aerobik, dan kekuatan otot. Protokol latihannya sederhana, dengan selang-seling antara berjalan cepat dan berjalan lambat selama 30 menit, lima kali per minggu.
Menurut Kristian Karstoft, Japanese walking lebih unggul dalam meningkatkan kebugaran fisik, komposisi tubuh, dan kontrol glikemik pada penderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan latihan jalan kaki biasa. Meskipun metode ini cocok untuk berbagai tingkat kebugaran, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulainya. Asisten profesor kedokteran, Denice Ichinoe, menyarankan beberapa langkah praktis, seperti mulai dengan target yang realistis, melakukan tes bicara untuk mengukur intensitas latihan, kenakan sepatu yang nyaman, dengarkan isyarat tubuh, dan mencatat kemajuan latihan. Dengan memahami tips memulai Japanese walking ini, Anda dapat memulai rutinitas kebugaran yang aman dan efektif untuk kesehatan tubuh Anda.


