OpenAI baru saja meluncurkan GPT-5, model AI terbaru buatan perusahaan berbasis di San Francisco, Amerika Serikat secara gratis. CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut langkah ini sebagai lompatan terbesar perusahaan dalam sejarah pengembangan kecerdasan buatan (AI) mereka. Menurutnya, tujuan menyediakan GPT-5 secara gratis adalah untuk memungkinkan akses yang lebih luas bagi pengguna global yang mungkin belum mampu membayar layanan seperti GPT-Plus sebelumnya.
Keputusan OpenAI untuk memberikan akses gratis ke GPT-5 langsung kepada pengguna telah menimbulkan berbagai pertanyaan terutama terkait dengan strategi bisnis perusahaan. Nick Turley, Head of ChatGPT, menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari misi jangka panjang perusahaan untuk membangun kepercayaan dengan pengguna terlebih dahulu sebelum memikirkan monetisasi. Mereka percaya bahwa dengan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk langsung merasakan manfaat GPT-5, hal ini akan membuka peluang bagi monetisasi di masa depan.
Dengan strategi ini, OpenAI menempatkan kepentingan pengguna sebagai prioritas utama. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan dalam pasar kecerdasan buatan dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pengguna. Selain itu, keputusan untuk menggratiskan akses ke GPT-5 juga diharapkan dapat memperluas jangkauan teknologi AI tinggi ini kepada berbagai kelompok masyarakat dari latar belakang budaya dan bahasa yang beragam.


