Matcha, minuman teh hijau bubuk asal Jepang, memiliki beragam manfaat karena dibuat dari seluruh daun teh sehingga senyawa bermanfaatnya dapat terserap secara optimal. Namun, minuman ini juga dapat menyebabkan efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan.
Menurut Verywell Health, ada lima efek samping yang dapat terjadi jika terlalu banyak minum matcha. Pertama, reaksi alergi parah dapat muncul yang ditandai dengan kesulitan bernapas, gatal-gatal, dan ruam. Kedua, konsumsi matcha secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker esofagus yang gejalanya antara lain kesulitan menelan dan batuk. Ketiga, matcha dapat meningkatkan tekanan darah yang jika dibiarkan tinggi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Keempat, konsumsi matcha dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko masalah hati yang ditandai dengan nyeri di perut, urine berwarna gelap, dan penyakit kuning. Kelima, matcha juga dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh karena kandungan tanin yang tinggi dalam matcha.
Untuk batasan konsumsi matcha, berdasarkan uji klinis, ada beberapa dosis yang dianjurkan tergantung pada bentuk produk matcha dan tujuan penggunaannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti petunjuk dari tenaga medis atau instruksi pada kemasan produk saat mengonsumsi matcha agar bisa menikmati manfaatnya dengan aman.
Adapun orang yang sebaiknya menghindari matcha adalah orang dengan reaksi alergi parah terhadap tanaman teh, ibu hamil dan menyusui, orang dewasa di atas 65 tahun, anak-anak, penderita kanker esofagus, penderita tekanan darah tinggi, dan penderita penyakit liver. Jadi, sebelum mengonsumsi matcha, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk mengetahui manfaat dan risikonya.


