Kelompok suporter Manchester United yang dikenal sebagai The 1958 telah memutuskan untuk membatalkan rencana aksi protes terhadap kepemilikan klub. Aksi protes ini semula direncanakan akan dilaksanakan pada pertandingan pembuka Liga Inggris melawan Arsenal pada tanggal 17 Agustus. Keputusan ini diambil setelah hasil survei internal menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para penggemar terkait peran Sir Jim Ratcliffe, yang memiliki kendali operasional atas klub.
Rencana aksi protes tersebut awalnya bertujuan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap arah yang diambil klub di bawah kepemimpinan Ratcliffe dan hubungannya dengan keluarga Glazer, yang merupakan pemegang mayoritas saham klub. Namun, hasil jajak pendapat terhadap hampir 26.000 responden menunjukkan kompleksitas pandangan di antara suporter klub. Meskipun mayoritas responden menyatakan bahwa Ratcliffe dan perusahaannya Ineos harus bertanggung jawab atas keputusan-keputusan klub, ada juga sebagian yang merasa Ratcliffe perlu diberi lebih banyak waktu untuk memperbaiki kondisi klub.
The 1958 menekankan bahwa saat ini tidak ada pandangan yang sepenuhnya bulat di antara para penggemar mengenai arah yang harus diambil klub di bawah kepemilikan minoritas Ratcliffe. Oleh karena itu, kelompok ini memutuskan untuk membatalkan aksi protes demi menghindari konflik di antara pendukung di dalam maupun di luar stadion. Sejak Ratcliffe mengambil alih kendali operasional dari keluarga Glazer, ia telah melakukan berbagai perubahan signifikan dalam struktur dan kebijakan klub. Namun, beberapa penggemar merasa bahwa perubahan-perubahan tersebut dilakukan terlalu cepat dan tanpa melibatkan suara dari suporter. The 1958 sendiri telah lama dikenal sebagai kelompok suporter yang vokal dalam menentang dominasi keluarga Glazer.







