Ethereum (ETH) saat ini diperdagangkan di kisaran harga antara USD 4.300 hingga USD 4.400, atau sekitar Rp 69,66 juta hingga Rp 71,28 juta. Harga Ethereum mendekati rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD 4.878 atau sekitar Rp 79,02 juta yang tercapai pada bulan November 2021. Analis pasar meyakini bahwa kondisi pasar saat ini mendukung potensi uji ulang level tersebut, bahkan bisa terjadi dalam waktu singkat, didorong oleh adanya momentum teknikal yang kuat serta peningkatan pembelian dari institusi.
Pengamat pasar kripto terkemuka, VirtualBacon, mencatat bahwa aliran dana sebesar USD 460 juta telah masuk ke exchange-traded fund (ETF) Ethereum pada tanggal 8 Agustus. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan aliran likuiditas Bitcoin yang hanya mencapai USD 400 juta. Nilai kepemilikan Ethereum oleh ETF dan institusi juga terus meningkat, dari USD 24 miliar pada bulan Juli menjadi USD 33 miliar. Lonjakan ini berdampak pada penurunan pasokan Ethereum di bursa kripto ke level terendah sejak tahun 2016.
Beberapa institusi besar juga terlihat melakukan pembelian besar-besaran Ethereum. Pada tanggal 12 Agustus, BlackRock membeli ETH senilai lebih dari USD 12 miliar dan Bitmine Immersion mengajukan permohonan pendanaan sebesar USD 20 miliar untuk membeli Ethereum tambahan. Kenaikan harga Ethereum di atas level USD 4.000 telah memperlihatkan titik balik penting, mengingat aset ini historis sulit menembus batas harga tersebut, seperti diungkapkan oleh analis kripto AlejandroBTC.








